Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/10/2021, 11:00 WIB
Mela Arnani,
Rendika Ferri Kurniawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Beredar kabar tidak ada seleksi CPNS pada 2022 dan hanya akan ada seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) saja.

Isu ini bermula dari akun TikTok Milli Umri, yang melampirkan tangkapan layar akun Instagram Plt Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana @wibisanabima.

Dalam unggahnnya tersebut, Bima menyebut bahwa di tahun 2022 pengadaan aparatur sipil negara (ASN) yang dibuka hanya PPPK.

2022 hanya PPPK saja. Ke depan penerimaan PNS akan sangat-sangat-sangat sedikit. Yang banyak PPPK. PNS hanya untuk posisi pengambilan kebijakan. Di masa depan Total ASN itu idealnya 20 persen PNS dan 80 persen PPPK. Kesejahteraan sama,” tulis akun tersebut.

Benarkah demikian?

Baca juga: Peserta Tak Lolos PPPK Guru Bisa Ajukan Sanggah, Simak Caranya!

Penjelasan BKN

Melansir pemberitaan sebelumnya, Bima mengonfimasi tahun depan hanya dibuka rekrutmen PPPK.

“Tahun depan hanya PPPK saja,” kata Bima, saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (9/10/2021).

Sementara itu, belum ada kebijakan pengadaan CPNS 2022.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengungkapkan hal yang sama.

Ia menyampaikan, pengadaan calon ASN tahun 2022 hanya untuk formasi PPPK.

“Pengadaan ASN Tahun 2022 dilakukan hanya untuk PPPK,” ujar Tjahjo.

Baca juga: Link Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi PPPK Guru 2021

Formasi guru

Dijelaskan, tahun ini rekrutmen PPPK untuk formasi guru dibuka untuk 1.000.000 formasi. Namun setelah melalui seleksi, hanya ada 507.848 formasi guru PPPK.

Sehingga, sisa formasi yang ada akan dibuka kembali di tahun depan, untuk diusulkan oleh pemerintah daerah (Pemda).

Formasi guru agama di sekolah negeri akan dibuka pada pengadaan ASN tahun 2022, sebab tahun ini hanya dialokasikan sekitar 22.000 formasi.

Sementara untuk formasi guru PPPK, kemungkinan dialokasikan bagi THK-II yang memenuhi syarat dengan kebijakan afirmasi lebih berpihak kepada guru THK-II dibandingkan guru honorer lainnya.

“Misalnya dengan tidak mensyaratkan seleksi kompetensi teknis, atau cukup dengan seleksi kompetensi manajerial, sosiokultural, dan wawancara sehingga peluang kelulusannya sangat besar,” ujar Tjahjo.

Baca juga: Apa Itu Afirmasi PPPK Guru 2021, Ketentuan, dan Syaratnya?

Sebagai informasi, masih adanya guru THK-II yang berpendidikan di bawah lulusan sarjana sehingga tidak memenuhi syarat sebagai guru sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Sehingga diharapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dapat meningkatkan pendidikan para guru tersebut.

Salah satunya dengan mekanisme rekognisi pembelajaran lampau (RPL) yang bisa diselenggarakan Kemendikbud Ristek.

Guna mengakomodir penanganan sisa guru THK-II dan tenaga teknis yang masih berpotensi dapat mengikuti seleksi dan diangkat sebagai PPPK, telah diusulkan tambahan jumlah formasi tahun 2022 ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Terkini Lainnya

Daftar Harga dan Cara Beli Tiket Konser Avenged Sevenfold di Jakarta

Daftar Harga dan Cara Beli Tiket Konser Avenged Sevenfold di Jakarta

Tren
Diusulkan Ganjar Terkait Dugaan Kecurangan Pilpres 2024, Apa Beda Hak Angkat dan Hak Interpelasi DPR?

Diusulkan Ganjar Terkait Dugaan Kecurangan Pilpres 2024, Apa Beda Hak Angkat dan Hak Interpelasi DPR?

Tren
Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Maret 2024, Ada Dua Kali Libur Panjang

Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Maret 2024, Ada Dua Kali Libur Panjang

Tren
Respons Partai-partai di Parlemen soal Wacana Hak Angket DPR

Respons Partai-partai di Parlemen soal Wacana Hak Angket DPR

Tren
Penjelasan BMKG soal Puting Beliung Terjang Rancaekek dan Jatinangor, Jawa Barat

Penjelasan BMKG soal Puting Beliung Terjang Rancaekek dan Jatinangor, Jawa Barat

Tren
Daftar Bansos dan BLT yang Cair pada Maret 2024

Daftar Bansos dan BLT yang Cair pada Maret 2024

Tren
Ciri Ikan Mengandung Merkuri, Cek untuk Hindari Masalah Kesehatan

Ciri Ikan Mengandung Merkuri, Cek untuk Hindari Masalah Kesehatan

Tren
Menilik Program Makan Siang Sekolah di Jepang yang Dirintis sejak 1889

Menilik Program Makan Siang Sekolah di Jepang yang Dirintis sejak 1889

Tren
5 Fakta Helikopter Jatuh di Halmahera, Semua Penumpang Meninggal Dunia

5 Fakta Helikopter Jatuh di Halmahera, Semua Penumpang Meninggal Dunia

Tren
Viral, Foto Penjual Soto Berjualan Pakai Apple Vision Pro, Ini Penjelasan Pemilik Warung

Viral, Foto Penjual Soto Berjualan Pakai Apple Vision Pro, Ini Penjelasan Pemilik Warung

Tren
Apa Itu Perusahaan Perseroan atau Persero? Berikut Pengertian dan Tujuannya

Apa Itu Perusahaan Perseroan atau Persero? Berikut Pengertian dan Tujuannya

Tren
Amankah Minum Obat Penunda Haid Selama Bulan Ramadhan? Ini Kata Dokter

Amankah Minum Obat Penunda Haid Selama Bulan Ramadhan? Ini Kata Dokter

Tren
Kerap Dilupakan, Siapa Bapak Republik Indonesia?

Kerap Dilupakan, Siapa Bapak Republik Indonesia?

Tren
BMKG: Daftar Wilayah yang Potensi Hujan Lebat 22-23 Februari 2024

BMKG: Daftar Wilayah yang Potensi Hujan Lebat 22-23 Februari 2024

Tren
[POPULER TREN] Penumpang Kereta Api Rp 700.000 Mendapatkan Kursi Kotor | Dampak Minum Teh Manis Setiap Hari

[POPULER TREN] Penumpang Kereta Api Rp 700.000 Mendapatkan Kursi Kotor | Dampak Minum Teh Manis Setiap Hari

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com