Kompas.com - 08/10/2021, 17:00 WIB
Ilustrasi perempuan merasakan gejala asam lambung naik. FREEPIK/JCOMPIlustrasi perempuan merasakan gejala asam lambung naik.

KOMPAS.com - Asam lambung adalah gangguan pada lambung yang menyebabkan gejala tidak nyaman dan bahkan menyakitkan, seperti perut perih, mual, muntah, serta dada yang serasa terbakar.

Mengutip Kompas.com, 19 Agustus 2021, gangguan asam lambung merupakan sebuah kondisi ketika cincin otot yang disebut sfingter esofagus bagian bawah (LES) tidak tertutup sepenuhnya.

Jika LES terlalu sering terbuka, asam yang diproduksi oleh lambung untuk membantu proses pencernaan dapat naik ke kerongkongan, dan menimbulkan gejala yang telah disebutkan.

Baca juga: Bolehkah Penderita Asam Lambung Menerima Vaksin Covid-19?

Penyebab asam lambung

Salah satu penyebab umum gangguan asam lambung adalah kelainan lambung yang disebut Hernia Hiatus.

Hal ini terjadi ketika bagian atas perut dan LES bergerak di atas diafragma, otot yang memisahkan perut dari dada.

Biasanya, diafragma membantu menjaga asam di dalam perut.

Akan tetapi, jika seseorang memiliki hernia hiatus, asam dapat naik ke kerongkongan dan menyebabkan gejala gangguan asam lambung.

Beberapa faktor risiko penyebab gangguan asam lambung lainnya adalah:

  1. Makan dalam porsi besar atau langsung berbaring setelah makan
  2. Kelebihan berat badan atau obesitas
  3. Makan makanan berat dan langsung berbaring, terlentang atau membungkuk
  4. Ngemil menjelang tidur
  5. Mengonsumsi makanan tertentu, seperti jeruk, tomat, coklat, makanan pedas atau berlemak
  6. Minum alkohol, kopi, minuman berkarbonasi
  7. Merokok
  8. Sedang hamil
  9. Mengonsumsi obat aspirin, ibuprofen, atau obat tekanan darah.

Baca juga: Ketahui, Ini Gejala Asam Lambung Naik

Bahaya asam lambung

Mengutip Kompas.com, 14 Maret 2021, gejala asam lambung naik yang kerap kambuh dan tidak ditangani dengan tepat bisa menyebabkan masalah kesehatan serius.

Bahaya asam lambung kronis yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi, antara lain:

  • Esofagitis: Esofagitis adalah peradangan yang muncul akibat asam lambung yang melukai saluran kerongkongan. Gejala esofagitis di antaranya sakit tenggorokan, suara serak, sakit perut sampai ke dada. Esofagitis kronis yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko penyakit kanker esofagus.
  • Tukak esofagus: Bahaya asam lambung juga dapat merusak lapisan esofagus dan memicu terbentuknya tukak. Gejala bisul esofagus di antaranya dada terasa panas, gangguan pencernaan, sakit saat menelan, mual, sakit perut, dan tinja berdarah. Jika tidak diobati, tukak esofagus bisa menyebabkan komplikasi serius seperti esofagus berlubang atau tukak berdarah.
  • Penyempitan kerongkongan: Asam lambung yang tidak diobati bisa memicu peradangan, terbentuknya jaringan parut, dan pertumbuhan jaringan abnormal di kerongkongan. Akibatnya, kerongkongan bisa lebih sempit dan kaku. Hal itu membuat penderita susah menelan makanan, minuman, serta sesak bapas. Kondisi ini apabila berlangsung berkepanjangan bisa menyebabkan malnutrisi dan dehidrasi.
  • Infeksi paru-paru: Bahaya asam lambung yang tidak boleh disepelekan lainnya yakni memicu infeksi paru-paru pneumonia aspirasi. Gangguan pernapasan ini terjadi saat asam lambung yang naik ke tenggorokan dan mulut terhirup sampai ke paru-paru. Gejala infeksi paru-paru terkait asam lambung ini yakni demam, batuk, nyeri dada, sesak napas, mengi, kelelahan, dan kulit pucat. Infeksi paru-paru ini apabila tidak ditangani bisa berdampak fatal sampai merenggut nyawa.
  • Barret esofagus: Asam lambung yang merusak jaringan kerongkongan lambat laun juga bisa memicu perubahan sel di jaringan tersebut. Penyakit barret esofagus membuat sel pelapis esofagus berubah menjadi sel kelenjar. Kondisi ini rentan berkembang menjadi kanker esofagus.
  • Kanker esofagus: Penderita asam lambung kronis memiliki risiko tinggi terkena kanker esofagus. Gejala kanker esofagus di antaranya susah menelan, berat badan turun tanpa sebab jelas, nyeri dada, batuk, dan ada gangguan pencernaan parah. Gejala kanker esofagus kerap tidak kentara di stadium awal. Penyakit ini baru terasa ketika sudah memasuki stadium lanjut.

Baca juga: 14 Makanan dan Minuman Penurun Gejala Asam Lambung

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Spesifikasi Senapan Serbu SS2 Semua Versi Garapan Pindad, Ini Kecanggihannya!

Spesifikasi Senapan Serbu SS2 Semua Versi Garapan Pindad, Ini Kecanggihannya!

Tren
Dibuka Penerimaan Siswa Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana 2022, Berapa Gajinya?

Dibuka Penerimaan Siswa Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana 2022, Berapa Gajinya?

Tren
Lowongan Kerja BUMN Konstruksi Virama Karya, Ini Posisi dan Syaratnya!

Lowongan Kerja BUMN Konstruksi Virama Karya, Ini Posisi dan Syaratnya!

Tren
Sejarah Kopasgat, Satuan Elite Baret Jingga TNI AU, Sebelumnya Bernama Korps Paskhas

Sejarah Kopasgat, Satuan Elite Baret Jingga TNI AU, Sebelumnya Bernama Korps Paskhas

Tren
Manfaat Mendengarkan Musik bagi Ibu Hamil, Janin, dan Bayi

Manfaat Mendengarkan Musik bagi Ibu Hamil, Janin, dan Bayi

Tren
Fenomena Bulan Hitam Akan Muncul di AS Akhir Januari, Indonesia Mei 2022, Ini Dampaknya

Fenomena Bulan Hitam Akan Muncul di AS Akhir Januari, Indonesia Mei 2022, Ini Dampaknya

Tren
Waspada Bencana Hidrometeorologi, Berikut Prediksi BMKG soal Puncak Musim Penghujan

Waspada Bencana Hidrometeorologi, Berikut Prediksi BMKG soal Puncak Musim Penghujan

Tren
Saat NCT Dream dan Idol-idol Kpop Jadi Viral karena Joget Dangdut...

Saat NCT Dream dan Idol-idol Kpop Jadi Viral karena Joget Dangdut...

Tren
Ramai soal Difabel di Klaten Terbaring di ICU Disebut Tidak Memiliki BPJS

Ramai soal Difabel di Klaten Terbaring di ICU Disebut Tidak Memiliki BPJS

Tren
Mengenal Apa Itu Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura yang Baru Saja Disepakati, RI Memenangi Pertarungan?

Mengenal Apa Itu Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura yang Baru Saja Disepakati, RI Memenangi Pertarungan?

Tren
Fakta-fakta Ozzie, Gorila Jantan Tertua di Dunia, Mati di Usia 61 Tahun

Fakta-fakta Ozzie, Gorila Jantan Tertua di Dunia, Mati di Usia 61 Tahun

Tren
Wordle Jadi Pemainan Populer, Ini Cara Main sampai Tips Menang Permainan

Wordle Jadi Pemainan Populer, Ini Cara Main sampai Tips Menang Permainan

Tren
Mengenal Pestisida dan Jenis-jenisnya Sesuai Hama Tanaman

Mengenal Pestisida dan Jenis-jenisnya Sesuai Hama Tanaman

Tren
Tak Ada Lagi Honorer pada 2023, Adakah Peluang Jadi PNS?

Tak Ada Lagi Honorer pada 2023, Adakah Peluang Jadi PNS?

Tren
Ini 3 Cara Mudah Membersihkan Paving dari Lumut

Ini 3 Cara Mudah Membersihkan Paving dari Lumut

Tren
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.