Mengenal Apa Itu "Mother of Satan", Bahan Peledak yang Ditemukan Densus 88 di Majalengka

Kompas.com - 06/10/2021, 19:30 WIB
Ilustrasi bom SHUTTERSTOCKIlustrasi bom

KOMPAS.com - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri menemukan 35 kilogram bahan baku peledak TATP atau biasa dikenal dengan sebutan mother of satan di kaki Gunung Ciremai, tepatnya di Desa Bantar Agung, Sindangwangi, Majalengka, Jawa Barat.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyatakan, puluhan kilogram TATP atau mother of satan itu ditemukan dalam wadah terpisah-pisah di sekitar lokasi.

Ramadhan mengungkapkan, penemuan 35 kilogram TATP di kaki Gunung Ciremai itu berawal dari penangkapan seorang terpidana terorisme Imam Mulyana.

Baca juga: Ledakan di Beirut Lebanon Disebut Mirip Peristiwa Bom Hiroshima

Ia mengatakan, Imam Mulyana ditangkap pada 18 September 2017 ketika Presiden Joko Widodo akan menghadiri acara penutupan kegiatan Festival Keraton Nusantara (FKN) ke IX Tahun 2017 di Taman Gua Sunyaragi, Cirebon, Jawa Barat.

Imam ditangkap karena gerak-geriknya tampak mencurigakan.

Dari hasil penyelidikan awal pada saat itu, Imam diketahui terkait dengan jaringan JAD (Jemaah Ansharut Daulah), dan berniat merampas senjata anggota polisi yang berjaga mengamankan kedatangan Presiden sekaligus melukainya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ramadhan mengatakan, kepada polisi, Imam mengaku bersama kelompoknya menyimpan 35 kilogram TATP di kaki Gunung Ciremai. Tim Densus 88 pun bergerak ke lokasi pada 1 Oktober 2021.

Baca juga: Mengenal TATP, Bahan Baku Peledak Berjuluk Mother of Satan yang Ditemukan di Bekas Markas FPI

Lantas, apa itu TATP?

Dijuluki "Mother of Satan"

Saat dikonfirmasi ulang, Ramadhan membenarkan bahwa TATP memiliki julukan "Mother of Satan", atau "ibunya setan".

Ia mengungkapkan, julukan itu bersesuaian dengan daya ledaknya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.