Jaya Suprana
Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Membanggakan Warisan Kebudayaan Nusantara

Kompas.com - 06/10/2021, 13:14 WIB
Seniman yang tergabung dalam Teater Koma membawakan teatrikal berjudul Goro-Goro: Mahabharata 2 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019). Lakon ini merupakan produksi ke-158 Teater Koma dan juga sebagai pentas besar pertama Teater Koma di tahun 2019 serta akan dipentaskan di Graha Bhakti Budaya dan Taman Ismail Marzuki mulai 25 Juli hingga 4 Agustus 2019. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSeniman yang tergabung dalam Teater Koma membawakan teatrikal berjudul Goro-Goro: Mahabharata 2 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019). Lakon ini merupakan produksi ke-158 Teater Koma dan juga sebagai pentas besar pertama Teater Koma di tahun 2019 serta akan dipentaskan di Graha Bhakti Budaya dan Taman Ismail Marzuki mulai 25 Juli hingga 4 Agustus 2019.

SEJAK mulai bisa membaca, wayang merupakan bagian melekat pada kehidupan saya. Pertama saya gemar menyimak serial buku komik Petruk Gareng terbitan tahun 50an abad XX yang langsung menjadi favorit saya.

Kemudian disusul serial komik mahakarya R.A Kosasih dan serial komik Wayang Purwa mahakarya Ardisoma di samping Arjuna Wiwaha yang juga mahakarya R.A. Kosasih.

Arjuna Wiwaha 

Arjuna Wiwaha sangat mempengaruhi kalbu saya sehingga di masa kanak-kanak saya menggarap komik lanjutan Arjuna Wiwaha. 

Lanjutan versi saya, Niwatakawaca melakukan kudeta di neraka demi kemudian memperluas Lebensraum sampai ke Swargaloka dengan mengusir para dewata sehingga terpaksa menjemput Arjuna untuk membunuh Niwatakawaca agar hidup kembali ke marcapada dan seterusnya kisah berlanjut secara tak terhingga bolak-balik dunia fana dan alam baka.

Tentu saya banyak memperoleh pelajaran pewayangan dari pergelaran wayang kulit yang sangat saya gemari sejak masa kanak-kanak meski tidak pernah berhasil bertahan semalam suntuk.

Setelah kembali ke Tanah Air Udara dari sedasawarsa berkelana di mancanegara, saya beruntung memperoleh kesempatan untuk lebih jauh berupaya mempelajari wayang dari tak kurang dari sang mahamaestro sendiri yaitu Ki Nartosabdho.

Saya juga menimba pengetahuan tentang wayang dari para ilmuwan dan seniman wayang orang Ngesti Pandowo, Sriwedari, Swargaloka dan Bharata yang sempat saya dukung mempergelar Wayang Orang dengan lakon Banjaran Gatotkaca di panggung Sydney Opera House dan UNECO, Paris.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wayang Purwa

Di samping itu, saya juga membaca saripati Mahabharata dalam bahasa Inggris dan Jerman yang ternyata di sana-sini beda dari Mahabharata versi Indonesia.

Kemudian saya sadar bahwa ternyata Ramayana terdiri dari dua versi yaitu versi India di mana Rama adalah sang tokoh baik dan versi Alengka yang kini disebut Sri Lanka di mana Rahwana adalah sang tokoh baik .

Wayang Purwa dengan episode Arjuna Sasrabahu dan Sumantri-Sukrasana merupakan kreativitas Nusantara yang menghubungkan Ramayana dengan Mahabharata.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.