Kompas.com - 28/09/2021, 10:05 WIB
Penerapan aplikasi PeduliLindungi di The Nusa Dua Bali ITDCPenerapan aplikasi PeduliLindungi di The Nusa Dua Bali

KOMPAS.com - Kesulitan mengunduh aplikasi PeduliLindungi karena memori ponsel pintarnya penuh dan hal yang lainnya acap kali dialami oleh sebagian masyarakat.

Namun, mulai Oktober 2021, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan manjadikan fitur pada aplikasi PeduliLindungi dapat diakses pada aplikasi lain.

Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji mengatakan, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah platform digital, seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket, Dana, Cinema XXI, dan Link Aja, bahkan aplikasi dari Pemerintah DKI Jakarta, yakni Jaki.

Jadi masyarakat tidak harus menggunakan PeduliLindungi tetapi bisa mendapatkan fitur-fitur yang ada di PeduliLindungi pada aplikasi tersebut.

"Ini akan launching pada bulan Oktober ini. Ada proses di mana kami memerlukan beberapa model untuk bisa diakses oleh setiap orang," katanya dikutip dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id, Jumat (24/9/2021).

Baca juga: Saat WHO dan UNICEF Desak Indonesia Segera Gelar Sekolah Tatap Muka...

Selanjutnya, kata Setiaji, masyarakat yang tidak memiliki ponsel pintar dan akan melakukan perjalanan udara ataupun dengan kereta api (KA) tetap bisa teridentifikasi status hasil tes swab PCR maupun antigen dan sertifikat vaksinnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Status tersebut bisa diketahui melalui nomor induk kependudukan (NIK) saat membeli tiket.

"Sudah kami berlakukan di bandara, misalnya di bandara itu bahkan di tiket sudah kita integrasikan. Kalau naik kereta api itu sudah tervalidasi pada saat pesan tiket, sehingga tanpa menggunakan handphone pun itu bisa diidentifikasi bahwa yang bersangkutan sudah memiliki vaksin dan ada hasil tesnya (PCR atau antigen)," katanya.

Baca juga: Daftar Bantuan dari Pemerintah Selama PPKM dan Cara Mengeceknya

Lantas, apa saja syarat naik kereta api dan pesawat untuk saat ini?

Syarat naik kereta api

Penumpang kereta api melakukan boarding di Stasiun Blitar, Rabu (22/9/2021)Dok. PT KAI Daop 7 Madiun Penumpang kereta api melakukan boarding di Stasiun Blitar, Rabu (22/9/2021)

Diberitakan Kompas.com, 14 September 2021, persyaratan naik KA jarak jauh berbeda dengan syarat naik KA lokal sehingga penting untuk mencermati apa saja syarat perjalanan menggunakan KA.

Vice President (VP) Public Relatios KAI Joni Martinus mengatakan, untuk naik KA jarak jauh, pelanggan diharuskan sudah divaksin minimal dosis pertama.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.