[HOAKS] Vaksin Sinovac dan Astrazaenca Mengandung DNA Babi

Kompas.com - 27/09/2021, 13:05 WIB
Ilustrasi Hoaks KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoIlustrasi Hoaks
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Sebuah unggahan yang menampilkan tangkapan layar percakapan WhatsApp menyebut vaksin Covid-19 Sinova dan AstraZeneca mengandung DNA babi, beredar di media sosial.

Berdasarkan pantauan Tim Cek Fakta Kompas.com, unggahan tersebut keliru alias hoaks.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan ahli menegaskan vaksin Sinovac dan Astrazeneca tidak mengandung DNA babi.

Vaksin Covid-19 juga tidak mengubah DNA manusia menjadi DNA babi. 

Narasi yang beredar

Informasi mengenai kandungan babi dalam vaksin Sinovac dan AstraZeneca diunggah oleh akun ini di Facebook.

Berikut isi unggahannya:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

yg di suntik nyan kon daging, kon enzim babi, tapi DNA babi, tgk.
si drou aneuk ingin tupeu sou yah jih, sou mak jih, maka DNA nyou yg di cek,tgk
sangat bahaya that but Komunis / PKI dajjal penjajah indonesia jawa teroris nyan, tgk.
meunyou DNA tanyou nyan ka jeut keu DNA babi, sangat² bahaya, tgk

Sementara isi percakapan dalam tangkapan layar WhatsApp adalah sebagai berikut:

Hati-hatilah DNA Manusia
diubah jadi DNA Babi

Saya dan keluarga besar ogah divaksin Corona.

Vaksin Sinovac buatan Cina dan vaksin Astrazeneca buatan Inggris, yang sama-sama mengandung DNA babi, wapres Ma’ruf Amin, tidak jadi persoalan?

Unggahan hoaks yang menyebut vaksin Sinovac dan AstraZeneca mengandung DNA babi Unggahan hoaks yang menyebut vaksin Sinovac dan AstraZeneca mengandung DNA babi

Lantas, bagaimana kebenaran informasi itu?

Penelusuran Kompas.com

Vaksin Sinovac tidak mengandung babi

Melansir pemberitaan Kompas.com, MUI dalam fatwanya Nomor: 02 Tahun 2021 Tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Science Co. LTD China dan PT Bio Farma (Persero) telah menegaskan bahwa vaksin Sinovac tidak mengandung bahan turunan babi.

Selain itu, bahan yang digunakan juga berasal dari bagian tubuh manusia pada seluruh tahapan proses produksi.

Meski produksi Sinovac bersentuhan dengan barang najis mutawassithah, sehingga dihukumi mutanajjis, tetapi sudah dilakukan pensucian yang telah memenuhi ketentuan pensucian secara syar'i.

Dikutip dari Kontan, BPOM menegaskan bahwa vaksin Sinovac tidak mengandung bahan dari babi. 

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.