Kompas.com - 25/09/2021, 21:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat berkunjung ke Bali, Jumat (10/9/2021). Humas Pemprov BaliMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat berkunjung ke Bali, Jumat (10/9/2021).

KOMPAS.com - PPKM Jawa-Bali masih terus diterapkan untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia. Meski begitu, pada periode PPKM kali ini, tak ada daerah berstatus level 4 di Jawa dan Bali.

Sebagaimana diberitakan KOMPAS.com pada Selasa (21/9/2021), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, jumlah infeksi Covid-19 secara nasional kurang dari 2.000 kasus pada Senin (20/9/2021).

Sementara itu, saat ini tercatat kurang dari 60.000 kasus aktif Covid-19. Setelah melalui titik puncaknya pada 15 Juli 2021 lalu, kasus infeksi harian telah turun hingga 98 persen di Jawa dan Bali.

"Dengan berbagai perbaikan tersebut, saat ini sudah tidak ada lagi kabupaten dan kota yang berada di level 4 di Jawa-Bali," ujar Luhut yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali.

Pemerintah pun tetap menerapkan sejumlah aturan untuk membatasi mobilitas masyarakat selama periode PPKM 21 September sampai 4 Oktober kali ini, termasuk bagi pelaku perjalanan udara domestik dan internasional.

Baca juga: Daftar Daerah PPKM di Pulau Jawa dan Status Level Terbarunya

Hasil uji RT-PCR atau rapid antigen dapat digunakan sebagai syarat perjalanan udara di daerah dengan status PPKM level 3 dan level 2 di Jawa dan Bali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aturan tersebut tertulis dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 43 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Berdasarkan aturan tersebut, pelaku perjalanan domestik yang menggunakan pesawat udara wajib menunjukkan kartu vaksinasi minimal dosis pertama dan hasil tes negatif Covid-19.

Aturan penerbangan antar bandara di Jawa dan Bali

Penumpang yang baru menerima vaksin Covid-19 dosis pertama harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Sedangkan pelaku perjalanan yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis kedua, dapat menunjukkan surat keterangan hasil negatif Covid-19 dari rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Baca juga: Diizinkan di PPKM Level 2-3, Ini Aturan Resepsi Pernikahan

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.