Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penyebab Panasnya Cuaca di Semarang dan Kota Lain di Jawa

Kompas.com - 20/09/2021, 07:56 WIB
Jawahir Gustav Rizal,
Inggried Dwi Wedhaswary

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Perbincangan soal panasnya cuaca di Kota Semarang, Jawa Tengah, ramai di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Pengguna media sosial Twitter, banyak yang membagikan soal panasnya cuaca di kota ini. Bahkan ada yang menyebutnya terpanas di Indonesia.

Ada pula yang membagikan spray pendingin yang ada di jalanan Semarang.

Namun, cuaca panas tak hanya terjadi di Semarang. Kepala Pusat Informasi Iklim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dodo Gunawan mengatakan, semua kota di Jawa merasakan cuaca yang sangat panas.

"Jadi semua kota di Jawa merasa saat ini panas," kata Dodo, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (19/9/2021).

Baca juga: Viral, Video Kipas Angin On The Road di Semarang, untuk Apa?

Apa penyebab suhu panas di Semarang dan kota lainnya?

Dodo menjelaskan, suhu panas yang dirasakan oleh warga Semarang dan kota lain di Jawa karena pergerakan Matahari.

Pada September ini, Matahari akan bergerak ke arah selatan. Pada 21 September 2021, terjadi titik awal gerak semu Matahari persis melintas ekuator bergerak menuju selatan.

Suhu panas ini akan terus mengalami fluktuasi sehingga kota mana saja bisa merasakan suhu panas, bukan hanya Semarang.

"Fluktuasi tertinggi bisa bervariasi. Hari ini Semarang, besok mungkin kota lain. Variasi tingkat keawanan pada hari-hari di mana tercatat suhu tinggi bisa mempengaruhi," kata Dodo.

Predikat kota terpanas akan selalu bervariasi. Menurut dia, sebuah kota tidak akan selalu bersuhu panas.

"Seluruh kota di Indonesia suhu trennya cenderung terus meningkat," ujar dia.

Baca juga: Dampak Suhu Panas di Kanada: Ratusan Orang Meninggal, Kebakaran, dan Jendela Meleleh

Berdasarkan informasi yang diunggah Instagram BMKG, Minggu (19/9/2021), suhu maksimum di Semarang mencapai 35,8 derajat Celcius.

Data ini berdasarkan pengamatan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas.

Sementara, suhu maksimum tertinggi diketahui dirasakan di Manokwari, Papua Barat, yakni 36,8 derajat Celcius, berdasarkan pengamatan Stasiun Meteorologi Rendani. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BMKG (@infobmkg)

Kepala BMKG Ahmad Yani Semarang, Sutikno, mengatakan, tidak tepat jika Semarang disebut sebagai kota terpanas.

Menurut dia, suhu maksimum di suatu kota tidak bisa dijadikan patokan rata-rata suhu harian di kota tersebut.

Baca juga: Kabar Suhu Panas Ekstrem Lebih dari 40 Derajat, BMKG Sebut Hoaks

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Beberapa Nama Pesohor Dunia yang Masuk Daftar Kontak Jeffrey Epstein

Beberapa Nama Pesohor Dunia yang Masuk Daftar Kontak Jeffrey Epstein

Tren
Daftar Kereta yang Batal dan Ganti Jalur Imbas Kecelakaan Kereta Api Bandung Hari Ini

Daftar Kereta yang Batal dan Ganti Jalur Imbas Kecelakaan Kereta Api Bandung Hari Ini

Tren
Daftar Wilayah di Jabodetabek yang Berpotensi Banjir hingga 31 Januari 2024

Daftar Wilayah di Jabodetabek yang Berpotensi Banjir hingga 31 Januari 2024

Tren
Poin-poin Revisi UU ITE Jilid II, Termasuk 'Pasal Karet' Pencemaran Nama Baik

Poin-poin Revisi UU ITE Jilid II, Termasuk "Pasal Karet" Pencemaran Nama Baik

Tren
Tinggi Oksalat, Ini Daftar Buah Pantangan bagi Penderita Batu Ginjal

Tinggi Oksalat, Ini Daftar Buah Pantangan bagi Penderita Batu Ginjal

Tren
9 Perjalanan Kereta Dibatalkan Dampak Kecelakaan KA Turangga dan KA Bandung Raya

9 Perjalanan Kereta Dibatalkan Dampak Kecelakaan KA Turangga dan KA Bandung Raya

Tren
Ini Daftar Korban Sementara Tabrakan KA Turangga dan KA Bandung Raya

Ini Daftar Korban Sementara Tabrakan KA Turangga dan KA Bandung Raya

Tren
Dugaan Penyebab Tabrakan KA Turangga-KA Bandung Raya, Ini Kata KAI

Dugaan Penyebab Tabrakan KA Turangga-KA Bandung Raya, Ini Kata KAI

Tren
Jarang Diketahui, Ini 3 Efek Samping Terlalu Banyak Minum Air Rebusan Lengkuas

Jarang Diketahui, Ini 3 Efek Samping Terlalu Banyak Minum Air Rebusan Lengkuas

Tren
Debat Capres Ke-2: Jadwal, Tema, Panelis, dan Moderatornya

Debat Capres Ke-2: Jadwal, Tema, Panelis, dan Moderatornya

Tren
Kecelakaan Kereta KA Turangga dan KA Bandung Raya, PT KAI Minta Maaf

Kecelakaan Kereta KA Turangga dan KA Bandung Raya, PT KAI Minta Maaf

Tren
6 Khasiat Minum Air Rebusan Daun Kemangi untuk Kesehatan, Apa Saja?

6 Khasiat Minum Air Rebusan Daun Kemangi untuk Kesehatan, Apa Saja?

Tren
3 Korban Tewas Kecelakaan Kereta KA Turangga-KA Bandung Raya, Salah Satunya Masinis

3 Korban Tewas Kecelakaan Kereta KA Turangga-KA Bandung Raya, Salah Satunya Masinis

Tren
Pakai Parfum di Leher Bisa Tahan Lama, tapi Waspadai Efek Sampingnya

Pakai Parfum di Leher Bisa Tahan Lama, tapi Waspadai Efek Sampingnya

Tren
KA Turangga Tabrak KA Lokal Bandung Raya di Cicalengka, 3 Orang Tewas

KA Turangga Tabrak KA Lokal Bandung Raya di Cicalengka, 3 Orang Tewas

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com