Kompas.com - 18/09/2021, 17:00 WIB
Penyanyi Ari Lasso Tangkapan layar YouTube ARI LASSO TVPenyanyi Ari Lasso

KOMPAS.com - Ari Lasso belum lama ini mengejutkan publik setelah mengaku mengidap penyakit langka yaitu kanker Diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL).

Sebagaimana diberitakan KOMPAS.com pada Kamis (9/9/2021), Ari Lasso mengungkapkan hal tersebut saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube milik Deddy Corbuzier.

"(Dokter bilang), 'Ini ganas punya'. Kemudian hasil patologi keluar 5 (atau) 6 hari kemudian. Ya, it's cancer. Tapi, cancer-nya sangat langka," ujar Ari Lasso.

Meski langka, Ari Lasso menjelaskan, kanker DLBCL berstatus curable yang artinya bisa disembuhkan.

Ari Lasso pun telah menjalani operasi besar untuk mengangkat tumor yang bersarang limpanya.

Apa itu kanker DLBCL (Diffuse large B-cell lymphoma)?

Kanker DLBCL (Diffuse large B-cell lymphoma) atau limfoma sel B besar difus adalah jenis limfoma non-Hodgkin (NHL).

Baca juga: Cegah dan Deteksi Dini Kanker, Inilah Cara Merawat Payudara

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada dua jenis limfoma, yaitu Hodgkin dan non-Hodgkin. Keduanya berperilaku, tumbuh, dan merespons pengobatan secara berbeda. DLBCL adalah limfoma non-Hodgkin yang paling umum.

Saat kanker DLBCL dilihat dari mikroskop, sel-sel limfoma terlihat sangat besar dibandingkan dengan limfosit normal. Sel-sel limfoma juga tersebar di seluruh kelenjar getah bening.

Dilansir dari Canadian Cancer Society melalui KOMPAS.com, kanker DLBCL dapat diidap oleh orang berbagai usia, namun kebanyakan orang berusia pertengahan 60-an yang didiagnosis menderita penyakit tersebut.

Selain itu, penyait ini juga sedikit lebih banyak menyerang pria dibandingkan dengan perempuan.

Kanker DLBCL memang dapat tumbuh dengan cepat, namun tiga dari empat orang bisa sembuh setelah menjalani serangkaian pengobatan.

Baca juga: Ramai soal Sunscreen Mengandung Bahan Pemicu Kanker, Ini Kata Dokter Spesialis Kulit

Pada sebagian besar kasus, kanker DLBCL dimulai di kelenjar getah bening. Akan tetapi, kanker ini pun dapat mulai muncul di organ atau jaringan luar kelenjar getah bening (disebut penyakit ekstranodal primer).

Berikut ini beberapa organ di luar kelenjar getah bening yang dapat menjadi tempat perkembangan kanker DLBCL:

- Tulang

- Otak atau sumsum tulang belakang (disebut sistem saraf pusat, atau SSP)

- Gastrointestinal (GI)

- Sistem sinus

- Testis

- Tiroid

- Kulit

Dilansir dari WebMD melalui KOMPAS.com, 30-40 persen kanker DLBCL terlokalisasi, sedangkan sisanya tersebar ke beberapa organ saat didiagnosis, seperti limpa, hati, hingga sumsum tulang.

Baca juga: 8 Manfaat Cabai untuk Kesehatan: Cegah Penyakit Jantung hingga Kanker

Penyebab kanker DLBCL (Diffuse large B-cell lymphoma)

Sampai saat ini, para ahli di bidang medis belum mengetahui secara pasti penyebab kanker DLBCL dan limfoma non-Hodgkin lainnya.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.