Kompas.com - 11/09/2021, 16:45 WIB
Pemilik usaha snack Guna Guna Snack menunjukkan produknya serta prestasi sebagai salah satu The big start Indonesia blibli.com 2018. KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALPemilik usaha snack Guna Guna Snack menunjukkan produknya serta prestasi sebagai salah satu The big start Indonesia blibli.com 2018.

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 telah menghantam semua sektor usaha, tak terkecuali di bidang kuliner.

Namun bagi pengusaha snack alias kue kering asal Surabaya ini, pantang mengucapkan kata menyerah.

Adalah Achmad Bagus Nur Sandy, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggeluti usaha produk makanan ringan oleh-oleh khas Kota Pahlawan.

Ditemui Kompas.com di rumahnya di Jalan Jajar Tunggal Utara Surabaya, Jawa Timur, ia berbagi kisah bertahan saat pandemi.

Bagus memang tidak memiliki kios khusus untuk memajang produk makanan ringannya.

Selain menggunakan ruang tamu rumahnya dan lapak jual beli online, Bagus menitipkan produknya untuk dipajang ke sejumlah tempat seperti hotel dan rumah makan di Surabaya.

Ya, ruang tamu ia sulap bak etalase kelas atas hotel berbintang. Ia seolah tak ingin menghilangkan nuansa berbelanja secara fisik bagi siapapun yang mampir ke rumahnya, walau sebentar saja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, pembeli biasanya sudah memesan melalui marketplace atau lapak jual beli online.

Baca juga: Awalnya Susah Cari Kerja, 3 Gadis di Banyuwangi Ini Buka Marketplace dan Jasa Kurir, Bantu Ekonomi Warga

Bertahan dihantam pandemi

Bagus tak memungkiri lesunya bisnis selama pandemi Covid-19. Sejak setahun terakhir, pemberlakuan PSBB dan PPKM memaksa Bagus menarik semua produk dari hotel dan restoran.

"Tahu sendiri kan Mas, saat pandemi semua hotel dan restoran sepi, daripada nanti produknya kedaluwarsa akhirnya saya tarik semua," ujar dia.

Ia tak bisa menghindari penurunan omzet secara drastis. Pandemi benar-benar menjadi ladang ujian bagi keluarga kecilnya.

"Omzet yang biasa Rp 20-Rp 30 juta per bulan turun menjadi Rp 3 juta per bulan, Rp 3 juta itu penghasilan kotor," kata bapak satu anak tersebut.

Hampir berputus asa, sampai Bagus terpikir untuk melepas usahanya dan kembali bekerja biasa untuk menopang penghasilan keluarga.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.