Kompas.com - 10/09/2021, 16:45 WIB
Prajurit TNI AL mengikuti Gelar Pasukan Latihan Operasi Dukungan Tembakan tahun 2020 Koarmada I di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (20/11/2020). Latihan operasi yang akan berlangsung pada 20-26 November mendatang di perairan Natuna Selatan dan sekitarnya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam merencanakan, menyiapkan persenjataan dan ketepatan penembakan terhadap sasaran yang dilakukan secara gabungan dalam bentuk unsur fungsi serta meningkatkan interoperabilitas antar satuan yang terlibat mulai dari tahap deteksi sampai dengan tahap netralitas. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPrajurit TNI AL mengikuti Gelar Pasukan Latihan Operasi Dukungan Tembakan tahun 2020 Koarmada I di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (20/11/2020). Latihan operasi yang akan berlangsung pada 20-26 November mendatang di perairan Natuna Selatan dan sekitarnya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam merencanakan, menyiapkan persenjataan dan ketepatan penembakan terhadap sasaran yang dilakukan secara gabungan dalam bentuk unsur fungsi serta meningkatkan interoperabilitas antar satuan yang terlibat mulai dari tahap deteksi sampai dengan tahap netralitas.

KOMPAS.com - Hari ini, 10 September 2021, TNI Angkatan Laut merayakan ulang tahun yang ke-76.

Pasukan penjaga kedaulatan laut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini berdiri pada 10 September 1945.

Mengutip laman resmi TNI AL, ketika itu Angkatan Laut berdiri dengan nama Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut.

Baca juga: Ketua KPI Disorot, Bolehkan Saipul Jamil Tampil di TV meski untuk Edukasi

Sejarah berdirinya TNI AL

Seperti telah disebutkan sebelumnya, kehadiran Angkatan Laut di Indonesia tidak terlepas dari berdirinya BKR Laut pada tanggal 10 September 1945.

Adapun kelahiran BKR Laut ini tidak terlepas dari peran tokoh-tokoh bahariawan yang pernah bertugas di jajaran Koninklijke Marine selama masa penjajahan Belanda dan Kaigun pada zaman pendudukan Jepang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski saat itu Angkatan Bersenjata Indonesia masih belum terbentuk, tetapi potensi untuk menjalankan fungsi AL seperti pengoperasian kapal-kapal dan pangkalan menjadi salah satu pendorong terbentuknya BKR Laut.

Setelah lahir organisasi militer Indonesia yang dikenal sebagai Tentara Keamanan Rakyat (TKR), BKR Laut pun berubah nama menjadi Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI).

ALRI lantas membentuk sejumlah pangkalan laut, dan memberdayakan kapal-kapal peninggalan Jawatan Pelayaran Jepang, serta merekrut personel pengawaknya untuk memenuhi tuntutan tugas sebagai penjaga laut NKRI yang baru terbentuk.

Baca juga: Kemenag Terbitkan Aturan Peribadatan Terbaru Selama PPKM, Ini Rinciannya

Kiprah ALRI

Kekuatan yang sederhana tidak menyurutkan ALRI untuk menggelar Operasi Lintas Laut dalam rangka menyebarluaskan berita proklamasi dan menyusun kekuatan bersenjata di berbagai tempat di Indonesia.

Di samping itu, mereka juga melakukan pelayaran penerobosan blokade laut Belanda dalam rangka mendapatkan bantuan dari luar negeri.

Kepahlawanan prajurit samudera tercermin dalam berbagai pertempuran laut dengan Angkatan Laut Belanda di berbagai tempat seperti Pertempuran Selat Bali, Pertempuran Laut Cirebon, dan Pertempuran Laut Sibolga.

Operasi lintas laut juga mampu menyusun pasukan bersenjata di Kalimantan Selatan, Bali, dan Sulawesi.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.