Kompas.com - 05/09/2021, 20:45 WIB
Gelang kaki elektronik mantan narapidana kejahatan seksual di Korea Selatan screenshootGelang kaki elektronik mantan narapidana kejahatan seksual di Korea Selatan

KOMPAS.com - Mantan narapidana kejahatan seksual di Korea Selatan dipakaikan gelang kaki elektronik setelah bebas dari penjara.

Alasannya, hal itu sebagai upaya untuk memperkuat hukuman bagi kejahatan seksual serta memudahkan untuk memantau pelanggar dan mencegah kekerasan berulang.

Aturan tersebut diberlakukan sejak 2008.

Dikutip dari Korea JoongAng Daily, gelang kaki tersebut harus dipakai hingga 10 tahun setelah pelaku dibebaskan dari penjara.

Menurut petugas, saat mengenakan gelang kaki, para pelanggar akan diawasi oleh pihak berwajib selama 24 jam.

Baca juga: Narapidana Pemerkosaan Anak Bebas Penjara, Warga Korea Selatan Sambut dengan Lemparan Telur

Pelaku ulangi kejahatannya

Meskipun telah ketat mengawasi mantan narapidana kejahatan seksual, penerapan gelang kaki dinilai tidak sepenuhnya dapat mencegah pelaku mengulangi kejahatannya.

Dilaporkan Korea Times, sejumlah mantan narapidana kejahatan seksual masih dapat melakukan kejahatan meskipun telah diberikan gelang kaki elektronik.

Salah satunya terjadi pada seorang pria bermarga Kang, 56. Pelaku diduga membunuh dua perempuan dan melepas gelang kaki elektroniknya.

Dia memotong perangkat di rumahnya di Distrik Songpa, Seoul selatan sekitar pukul 17.30 waktu setempat pada 27 Agustus 2021, dan melarikan diri.

Polisi melancarkan perburuan, dan Kang menyerahkan diri dua hari kemudian dan mengaku membunuh kedua perempuan itu.

Dia mengatakan kepada polisi bahwa dia membunuh satu korban saat memakai gelang kaki di rumah dan yang lainnya setelah menghancurkannya.

Menurut polisi, Kang telah dibebaskan dari penjara pada Mei 2021 setelah menjalani hukuman 15 tahun karena penyerangan seksual.

Dia memiliki 14 hukuman sebelumnya untuk sejumlah kejahatan termasuk perampokan, penyerangan seksual dan pemerkosaan.

Baca juga: Kisah Pria yang Dipenjara 20 Tahun atas Kasus Pembunuhan, Ternyata Polisi Salah Tangkap

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.