Politisi Malaysia Nilai Penanganan Covid-19 Indonesia Lebih Cepat, Bagaimana Kondisi di Sana?

Kompas.com - 05/09/2021, 12:45 WIB
Dalam arsip foto 1 Juni 2021 ini, pengendara yang mengenakan masker menunggu di depan Menara Kembar saat hari pertama Full Movement Control Order (MCO) di Kuala Lumpur, Malaysia. AP PHOTO/VINCENT THIANDalam arsip foto 1 Juni 2021 ini, pengendara yang mengenakan masker menunggu di depan Menara Kembar saat hari pertama Full Movement Control Order (MCO) di Kuala Lumpur, Malaysia.

KOMPAS.com - Pimpinan DAP Malaysia Lim Kit Siang menilai, Indonesia lebih berhasil dalam mengurangi tingkat infeksi virus corona dibandingkan negaranya.

Padahal, kata dia, Indonesia memiliki populasi yang jauh lebih besar.

Lim pun meminta Menteri Kesehatan Malaysia yang baru, Khairy Jamaluddin, untuk menyelesaikan masalah Covid-19 di Malaysia.

"Bisakah menteri kesehatan yang baru, Khairy Jamaluddin, menjelaskan mengapa selama 16 hari berturut-turut, Indonesia mengurangi kasus baru Covid-19 hariannya menjadi kurang dari Malaysia? Bahkan kurang dari setengahnya seperti kemarin 8.955 kasus, sementara Malaysia 20.988 kasus?" kata Lim.

Baca juga: Update Corona 3 September: Keterisian ICU di Malaysia Capai 90 Persen

Seperti apa kondisi Covid-19 di Malaysia?

Berdasarkan data Worldometers, Malaysia melaporkan 118.350 kasus positif Covid-19 dalam sepekan terakhir atau rata-rata 19.725 kasus per hari.

Sementara, kasus aktif Covid-19 di negara itu mencapai 256.302 kasus hingga Sabtu (4/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, Malaysia kini bersiap untuk menjalani masa transisi dari pandemi Covid-19 ke fase endemi dengan pembukaan kembali sejumlah sektor secara hati-hati.

Menteri Kesehatan Khairy Jamaluddin mengatakan, dalam dua bulan ke depan, warga Malaysia akan menyesuaikan diri dengan pola pikir "hidup dengan virus" yang diadvokasi oleh pemerintah.

"Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk membuka diri secara bertanggung jawab dan aman. Begitu kita mencapai fase endemik, lebih banyak sektor akan terbuka sepenuhnya," kata Khairy, dikutip dari The Star.

"Kita targetkan akhir Oktober 2021. Kabinet akan memutuskan pada saat itu kapan titik akhirnya," lanjut dia.

Baca juga: Kitajaga.co, Cara Warga Malaysia Saling Bantu di Saat Pandemi Covid-19

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.