Kompas.com - 04/09/2021, 06:06 WIB
Peziarah melakukan ziarah kubur di permakaman khusus COVID-19, Macanda, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (24/8/2021). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/foc. ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHEPeziarah melakukan ziarah kubur di permakaman khusus COVID-19, Macanda, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (24/8/2021). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/foc.

KOMPAS.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah berlangsung selama dua bulan.

Hasilnya, kasus Covid-19 di banyak daerah, khususnya Jawa-Bali diklaim mengalami penurunan drastis dibandingkan Juli 2021.

Pada Jumat (3/9/2021), Indonesia melaporkan 7.797 kasus positif Covid-19, lebih rendah dari hari sebelumnya.

Baca juga: Kenapa Penyintas Covid-19 Tetap Perlu Divaksin? Ini Penjelasan WHO

Dengan tambahan itu, total kasus infeksi Covid-19 sebanyak 4.116.890 kasus dengan 134.930 kematian.

Sementara kasus aktif Covid-19 terus mengalami penurunan menjadi 168.317 kasus.

DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan kasus positif terbanyak di Indonesia dengan 851.686 kasus, disusul Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Baca juga: Penjelasan BKN soal Peserta SKD CPNS 2021 yang Positif Covid-19 atau Belum Terdaftar di PeduliLindungi

Berikut 10 daerah dengan kasus Covid-19 terbanyak di Indonesia hingga 3 September 2021, dikutip dari laman covid19.go.id:

1. DKI Jakarta

  • Positif Covid-19: 851.686
  • Meninggal: 13.331

2. Jawa Barat

  • Positif: 692.970
  • Meninggal: 13.599

3. Jawa Tengah

  • Positif: 471.421
  • Meninggal: 28.681

4. Jawa Timur

  • Positif: 385.218
  • Meninggal: 28.476

5. Kalimantan Timur

  • Positif: 151.738
  • Meninggal: 5.117

Baca juga: Bahaya Badai Sitokin Covid-19: Simak Gejala, Cara Mencegah, dan Pengobatannya

6. DIY

  • Positif: 150.772
  • Meninggal: 4.913

7. Banten

  • Positif: 129.360
  • Meninggal: 2.626

8. Riau

  • Positif: 124.208
  • Meninggal: 3.774

9. Bali

  • Positif: 107.562
  • Meninggal: 3.568

10. Sulawesi Selatan

  • Positif: 105.204
  • Meninggal: 2.058

Pemda diminta turunkan angka kematian

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta agar pemerintah daerah tidak lengah karena penurunan kasus Covid-19.

Menurutnya, Pemda harus mencari tahu penyebab utama kasus kematian pasien virus corona yang ada di daerahnya.

"Kita harus berfokus pada penurunan angka kematian," Wiku dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan Covid-19, Kamis (2/9/2021).

Baca juga: Potensi KIPI Vaksin Covid-19 Moderna dan Cara Mengatasinya...

Pada Agustus 2021, Wiku mencatat 27.330 kasus kematian akibat Covid-19.

Ia menjelaskan varian Covid-19 Delta masih menjadi strain terbanyak di Indonesia.

Tingkat keterisian rumah sakit yang penuh, alat kesehatan yang dibutuhkan tidak tersedia di rumah sakit rujukan, tidak ada tempat isolasi terpusat menjadi faktor utama tingginya kematian akibat Covid-19.

Baca juga: Sudah Vaksin, Bagaimana jika Saat Hari H SKD CPNS Sertifikat Vaksin Belum Ada di PeduliLindungi?

Tak hanya itu, Wiku juga menyebut adanya kemungkinan penanganan pasien yang tidak dilakukan sesegara mungkin juga menjadi faktor lain.

Hal itu terjadi karena tidak berjalannya fungsi posko atau satgas desa.

Untuk itu, Pemda harus mulai meninjau karakteristik kematian di daerahnya masing-masing, baik berdasarkan usia maupun tingkat gejalanya.

"Pada prinsipnya, seluruh kepala daerah wajib mencari tahu penyebab kematian utama didaerahnya dan menghubungkan dengan keadaan kapasitas daerah. Agar dapat segera menemukan akar permasalahan di daerahnya dan melakukan perbaikan yang diperlukan," tutupnya.

Baca juga: Viral, Video Barcode Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Tidak Dapat Dipindai dengan Aplikasi PeduliLindungi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.