Kompas.com - 01/09/2021, 17:31 WIB
Ilustrasi aplikasi e-HAC Indonesia. KOMPAS.com/BILL CLINTENIlustrasi aplikasi e-HAC Indonesia.

KOMPAS.com - Dugaan kebocoran 1,3 juta data pengguna aplikasi Electronic Health Alert Card (e-HAC) ramai menjadi pembicaraan banyak pihak.

Diberitakan Kompas.com, 31 Agustus 2021, berdasarkan penelusuran dari peneliti keamanan siber VPNMentor, kebocoran data di aplikasi buatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu terjadi pada 15 Juli 2021.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes Anas Maruf mengatakan, kebocoran data tersebut diduga berasal dari aplikasi e-HAC lama.

Hal tersebut ia sampaikan saat konferensi virtual "Penggunaan e-HAC Melalui Peduli Lindungi" yang disiarkan di YouTube Kemenkes, 31 Agustus 2021.

"Kebocoran data di aplikasi Electronic Health Alert Card atau e-HAC yang lama, yang sudah tidak digunakan lagi sejak Juli 2021. Tepatnya 2 Juli 2021," kata Anas.

Baca juga: 1,3 Juta Data di E-HAC Bocor, Ini Tanggapan Kemenkes

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut fakta-fakta yang berhasil dihimpun dari kasus dugaan kebocoran data 1,3 juta data pengguna e-HAC:

1. Data yang diduga bocor

Berdasarkan temuan VPNMentor, beberapa data yang bocor meliputi data hasil tes Covid-19, data rumah sakit, dan data pelaku perjalanan.

  • Data hasil tes Covid-19 yang bocor meliputi: nomor identitas dan tipe penumpang (domestik/internasional), nomor ID rumah sakit, nomor antrean saat melakukan tes, nomor referensi, alamat dan jadwal home visit, jenis, tanggal, dan tempat tes, serta hasil tes dan tanggal dikeluarkan ID dokumen e-HAC.
  • Data rumah sakit yang diduga bocor meliputi: nomor rekam medis yang memuat nama penumpang, nomor ID rekam medis, nomor ID rumah sakit.
  • Selain itu, ada sekitar 226 rumah sakit dan klinik yang datanya bocor, meliputi: profil rumah sakit, nama penanggung jawab penumpang, nama dokter penumpang, kapasitas rumah sakit, jenis dan jumlah tes yang bisa dilakukan setiap hari, serta orang yang memiliki akses ke data tersebut.
  • Adapun data pelaku perjalanan yang bocor meliputi: nomor KTP, nama lengkap, nomor ponsel, pekerjaan, paspor dan foto profil yang dilampirkan ke akun e-HAC, data orang tua atau kerabat dekat penumpang, ID foto penumpang tambahan, dan detail akun e-HAC termasuk waktu pembuatan akun.

Kebocoran ini juga mengekspos data staf e-HAC seperti nomor KTP, nama, username akun e-HAC, dan alamat e-mail staf.

Baca juga: Ramai soal Bocornya 1,3 Juta Data Pengguna E-HAC, Ahli IT: Bahayanya Tidak Terbatas

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.