Jaya Suprana
Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Menghormati Pengunduran Diri Yenny Wahid

Kompas.com - 30/08/2021, 09:34 WIB
Yenny Wahid, saat mengisi diaog lintas agama dengan mengambil tema Ritus Kekerasan Berbasis Agama: Mengapa Harus Terjadi berlangsung di Wahid Institute, Jakarta, Senin (28/2/2011).  KOMPAS/ALIF ICHWANYenny Wahid, saat mengisi diaog lintas agama dengan mengambil tema Ritus Kekerasan Berbasis Agama: Mengapa Harus Terjadi berlangsung di Wahid Institute, Jakarta, Senin (28/2/2011).

ZANNUBA Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid resmi mengundurkan diri sebagai Komisaris Independen PT Garuda Indonesia Tbk.

Mbak Yenny menyatakan bahwa tanpa dirinya jajaran komisaris dan direksi lainnya akan mampu melanjutkan upaya menyelamatkan Garuda.

Saat ini, Garuda tengah menghadapi beban berat karena menanggung beban likuiditas. BUMN kebanggaan Indonesia dilaporkan memiliki utang Rp 70 triliun.

Mbak Yenny menegaskan bahwa pendapatan perusahaan menurun drastis, sementara biaya-biaya operasional masih tinggi.

Meski tak lagi berada di jajaran Dewan Komisaris Garuda, ia menyebut akan selalu siap membantu maskapai milik negara dan rakyat tersebut.

Penghormatan

Saya menghormati apa yang dilakukan oleh Mbak Yenny bukan karena beliau putri Gus Dur namun karena apa yang beliau lakukan memang layak untuk dihormati.

Apa yang dilakukan Mbak Yenny mengingatkan saya pada apa yang dilakukan ayahanda Mbak Yenny. Setelah dua tahun dilantik menjadi presiden Indonesia oleh MPR mendadak Gus Dur dilengserkan oleh MPR.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada saat itu kebetulan saya berada di samping Gus Dur. Maka dengan mata di kepala sendiri saya menyaksikan betapa sebenarnya Gus Dur bisa melawan keputusan MPR dengan dukungan rakyat mau pun ABRI pendukung die hard Gus Dur.

Namun Gus Dur lebih mengutamakan persatuan dan kesatuan negara, bangsa, dan rakyat Indonesia ketimbang tahta kekuasaan dirinya sendiri.

Gus Dur memilih bersikap legowo mematuhi keputusan MPR yang pada masa itu memang masih merupakan lembaga tertinggi Republik Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.