Kompas.com - 29/08/2021, 16:00 WIB
Ilustrasi kekeringan. BMKG keluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis berdasarkan monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) di sejumlah wilayah di Indonesia. SHUTTERSTOCK/R_TeeIlustrasi kekeringan. BMKG keluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis berdasarkan monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) di sejumlah wilayah di Indonesia.

KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis dengan kategori Awas dan Siaga di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Potensi kekeringan meteorologis tersebut berdasarkan monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kategori sangat panjang dan ekstrem panjang.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana tugas Deputi Klimatologi BMKG Urip Haryoko sebagaimana diberitakan Antara, Selasa (24/8/2021).

Lantas, bagaimana penjelasan mengenai Hari Tanpa Hujan (HTH)?

Baca juga: BMKG: Musim Hujan Datang Lebih Awal, Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologi

Penjelasan BMKG

Prakirawan BMKG Muhammad Hakiki menjelaskan, Hari Tanpa Hujan (HTH) berupa jumlah hari kering (hari tidak ada hujan) berurutan yang tidak diselingi oleh hari basah (hari hujan).

"Hari basah didefinisikan sebagai hari di mana terjadi hujan yang tinggi curah hujannya mencapai 1 mm atau lebih," ujar dia, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (29/8/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Hakiki, Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut dihitung dari hari terakhir pengamatan, jika hari terakhir tidak hujan, maka dihitung sesuai dengan kriteria.

Sedangkan,

jika hari terakhir pengamatan ada hujan dengan intensitas lebih dari 1 mm, langsung dikategorikan sebagai Hari Hujan (HH).

"Periode pengamatan didasarkan pada tanggal pemutakhiran dan dianalisis ke belakang sampai dengan didapatkan hari hujan," kata dia.

Baca juga: Penjelasan Ahli ITB dan BMKG soal Tsunami Selat Sunda yang Dapat Menerjang Jakarta

Hakiki juga menjelaskan bagaimana kriteria panjang hari tanpa hujan yang digunakan oleh BMKG:

  • 1-5 hari: sangat pendek
  • 6-10 hari: pendek
  • 11-20 hari: menengah
  • 21-30 hari: panjang
  • 31-60 hari: sangat panjang
  • Lebih dari 61 hari: kekeringan ekstrem.

Baca juga: Ramai Video Gelombang Tinggi Pantai Selatan Jawa, Ini Peringatan BMKG

Informasi bermanfaat

Lebih lanjut, Hakiki menuturkan, keberadaan informasi mengenai Hari Tanpa Hujan (HTH) sangatlah bermanfaat untuk menghadapi sejumlah hal.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.