Kompas.com - 27/08/2021, 17:30 WIB
Ilustrasi pegawai negeri sipil. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOIlustrasi pegawai negeri sipil.

KOMPAS.com - Setiap dibukanya rekrutmen calon pegawai negeri sipi; (CPNS), pasti selalu menarik perhatian publik.

Proses pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) biasanya dilakukan setelah satu tahun yang bersangkutan dinyatakan lolos sebagai CPNS.

Sementara itu, dalam pelaksanaan tugas PNS, mungkin akan terdapat perpindahan tugas atau mutasi.

Baca juga: Permudah Proses Mutasi PNS Antardaerah, Kemendagri Luncurkan Simudah

Apa itu mutasi PNS?

Perpindahan tugas PNS dari satu instansi ke instansi lainnya atau perpindahan dalam instansi baik di lingkup pemerintah pusat maupun pemerintah daerah merupakan proses mutasi kepegawaian.

Direktur Pengadaan dan Kepangkatan BKN Ibtri Rejeki menyampaikan, terdapat mekanisme teknis pengajuan mutasi.

Di antaranya perencanaan, persyaratan/ketentuan pengajuan mutasi, hingga batas kewenangan persetujuan mutasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aturan mengenai mutasi PNS terdapat dalam Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pelaksanaan Mutasi.

Baca juga: Bisakah PNS Ajukan Pindah Tugas Sebelum 10 Tahun Diangkat?

Jenis mutasi PNS

Perlu diketahui, terdapat enam jenis mutasi PNS, yaitu:

1. Mutasi PNS dalam satu Instansi pusat atau instansi daerah

2. Mutasi PNS antar-kabupaten/kota dalam satu provinsi

3. Mutasi PNS antar-kabupaten/kota antar-provinsi dan antar-provinsi

4. Mutasi PNS provinsi/kabupaten/kota ke instansi pusat atau sebaliknya

5. Mutasi PNS antar-instansi pusat

6. Mutasi PNS ke perwakilan Negara Kesatuan Republik Indonesia di luar negeri.

Ibtri menyampaikan, selain proses mutasi kepegawaian berdasarkan jenis-jenis mutasi, proses mutasi juga dapat dilakukan atas dasar pengajuan PNS sendiri.

“Jadi selain mutasi karena tugas dan/atau lokasi sesuai enam jenis mutasi tersebut, PNS juga dapat mengajukan mutasi tugas dan/atau lokasi sesuai permintaan sendiri,” ujar dia melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (27/8/2021).

Baca juga: Fakta Serangan Bom Kabul Afghanistan: Pelaku, Lokasi, dan Jumlah Korban

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.