Kompas.com - 27/08/2021, 13:30 WIB
Asap mengepul dari ledakan bom di luar bandara di Kabul, Afghanistan, Kamis (26/8/2021). Dua pelaku bom bunuh diri dan pria bersenjata menargetkan massa yang berkumpul di dekat bandara Kabul. AP PHOTO/WALI SABAWOONAsap mengepul dari ledakan bom di luar bandara di Kabul, Afghanistan, Kamis (26/8/2021). Dua pelaku bom bunuh diri dan pria bersenjata menargetkan massa yang berkumpul di dekat bandara Kabul.

KOMPAS.com - Dua ledakan bom dahsyat menghantam perbatasan Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan pada Kamis (27/8/2021).

Ledakan itu terjadi ketika warga sipil tengah berupaya melarikan diri dengan penerbangan dari Afghanistran yang dikuasai Taliban.

Berdasarkan laporan BBC, Kamis (27/8/2021), seorang pejabat kesehatan senior di Kabul mengungkapkan, setidaknya ada 60 orang tewas dan 140 lainnya luka-luka akibat peristiwa ini.

Baca juga: Bom Afghanistan Terbaru, Mimpi Buruk yang Jadi Kenyataan

Selain itu, markas besar Departemen Pertahanan AS, Pentagon, mengonfirmasi personel layanan AS termasuk di antara mereka yang tewas, yakni 11 marinir AS dan seorang petugas medis Angkatan Laut.

Pemboman itu terjadi beberapa jam setelah negara Barat memperingatkan warganya untuk menjauh dari bandara, karena ancaman serangan oleh ISIS-K, cabang kelompok ISIS di Afghanistan.

Berikut fakta serangan yang terjadi di Kabul.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Ledakan terjadi di luar bandara

Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat, di dekat Hotel Baron, dekat perimeter bandara.

Hotel itu digunakan oleh pejabat Inggris untuk memproses warga Afghanistan yang ingin bepergian (mengungsi) ke Inggris.

Namun, hal itu diikuti oleh tembakan dan kemudian terjadi ledakan kedua di dekat Gerbang Biara, salah satu pintu masuk utama bandara.

Laporan mengatakan, ledakan kedua terjadi di dekat saluran pembuangan limbah, di mana warga Afghanistan sedang menunggu untuk diproses, dekat dengan gerbang, dan beberapa korban terlempar ke dalam air.

Seorang pejabat AS mengatakan bahwa setidaknya satu penyerang telah mengenakan rompi peledak.

Pasukan AS dan Inggris baru-baru ini dikerahkan untuk menjaga area di sekitar Gerbang Biara.

Baca juga: Emosional dan Hampir Menangis, Biden Ancam Pelaku Bom Kabul Afghanistan

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.