Kompas.com - 25/08/2021, 09:35 WIB
Penyintas Covid-19 mendonorkan plasma konvaselen di PMI Bandung, Jalan Aceh, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (5/7/2021). Permintaan plasma konvaselen di Kota Bandung cukup tinggi bahkan sempat mencapai angka 581 permintaan, akan tetapi jumlah permintaan itu tak sebanding dengan pendonornya. KOMPAS.com/AGIE PERMADIPenyintas Covid-19 mendonorkan plasma konvaselen di PMI Bandung, Jalan Aceh, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (5/7/2021). Permintaan plasma konvaselen di Kota Bandung cukup tinggi bahkan sempat mencapai angka 581 permintaan, akan tetapi jumlah permintaan itu tak sebanding dengan pendonornya.

KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar orang yang pernah terjangkit Covid-19 tetap harus mendapatkan vaksinasi.

Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan mengatakan, tingkat antibodi orang yang telah terinfeksi Covid-19 bisa berbeda-beda.

Suntikan vaksin Covid-19 menurutnya bisa menjadi peningkat sistem kekebalan tubuh.

"Meskipun Anda telah terinfeksi Covid-19, Anda harus melanjutkan dan mengambil vaksinasi saat tersedia untuk Anda, karena vaksin kemudian berfungsi sebagai peningkat sistem kekebalan tubuh," kata Soumya, Jumat (20/8/2021), mengutip laman WHO.

Baca juga: Efek Samping Vaksin Moderna Disebut Lebih Terasa ketimbang Vaksin Lain, Apa Sebabnya?

Perlu menunggu beberapa minggu

Bagi mereka yang pernah terinfeksi virus corona dan ingin mendapatkan vaksinasi, WHO menyarankan untuk menunggu waktu beberapa minggu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini, WHO dan berbagai negara di seluruh dunia sedang mengusahakan pemerataan distribusi vaksin. Stok vaksin yang ada perlu diprioritaskan bagi kelompok-kelompok rentan.

"Dan karena ada kekurangan pasokan vaksin di banyak negara, mereka meminta orang yang telah terinfeksi untuk menunggu selama 3 atau 6 bulan. Tetapi dari sudut pandang ilmiah dan biologis, Anda dapat mengambil vaksin segera setelah Anda sepenuhnya pulih dari Covid," jelas Soumya.

Ketika terinfeksi Covid-19, tiap orang memiliki respons kekebalan yang bervariasi, tergantung seberapa parah infeksi yang ia alami.

Soumya mengatakan, pada beberapa penelitian menunjukkan, orang yang mengalami infeksi sangat ringan atau tanpa gejala, kemungkinan orang itu membentuk tingkat antibodi yang sangat rendah terhadap Covid-19.

Baca juga: Potensi KIPI Vaksin Covid-19 Moderna dan Cara Mengatasinya...

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.