Kompas.com - 23/08/2021, 20:30 WIB
Eks Menteri Sosial Juliari Batubara saat menghadiri sidang vonis dalam kasus korupsi bansos yang digelar via livestreaming, Senin (23/8/2021). YouTube/KPK RIEks Menteri Sosial Juliari Batubara saat menghadiri sidang vonis dalam kasus korupsi bansos yang digelar via livestreaming, Senin (23/8/2021).

KOMPAS.com - Ahli hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menilai, vonis yang dijatuhkan kepada mantan Menteri Sosial Juliari Batubara terlalu rendah.

Pasalnya, korupsi tersebut memenuhi unsur "dilakukan dalam keadaan tertentu", yaitu keadaan bencana nasional berupa pandemi Covid-19.

"Artinya korupsi dilakukan sementara rakyat Indonesia sedang membutuhkan biaya yang besar menghadapi pandemi," kata Fickar kepada Kompas.com, Senin (23/8/2021).

Ia menuturkan, majelis hakim seharusnya mempertimbangkan keadaan dan situasi saat ini, sehingga hukuman maksimal seumur hidup bisa dijatuhkan, begitu halnya dengan denda.

Menurut dia, tak ada sedikit pun alasan meringankan hukuman Juliari.

Selain itu, terdakwa juga merupakan seorang penguasa yang seharusnya melaksanakan tugasnya dengan penuh amanah.

"Perbuatannya ironis, tega dan kejam, sehingga hukumannya seharusnya maksimal seumur hidup," jelas dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 5 Poin Pleidoi Juliari: Mohon Dibebaskan hingga Minta Maaf ke Jokowi dan Megawati

Vonis Juliari Batubara

Diketahui, Juliari Batubara menerima vonis 12 tahun penjara dan denda sebesar Rp 500 juta.

Vonis tersebut dibacakan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (23/8/2021).

Majelis hakim menilai, Juliari terbukti melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU RI Nomor 20 Tahun 2001.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.