Kompas.com - 23/08/2021, 17:30 WIB
Suporter meninggalkan Stadion Wembley di London, Minggu, 11 Juli 2021, setelah Italia memenangkan pertandingan final kejuaraan sepak bola Euro 2020 antara Inggris dan Italia. AP PHOTO/DAVID CLIFFSuporter meninggalkan Stadion Wembley di London, Minggu, 11 Juli 2021, setelah Italia memenangkan pertandingan final kejuaraan sepak bola Euro 2020 antara Inggris dan Italia.

KOMPAS.com - Sebuah penelitian di Inggris menyebutkan, gelaran Euro 2020 yang berakhir 11 Juli 2021 lalu memicu munculnya kasus Covid-19 sebanyak lebih dari 9.000 kasus. 

Studi yang dilakukan Departemen Budaya dan Kesehatan Masyarakat Inggris, menemukan bahwa 9.402 tes positif Covid-19 muncul dari para penggemar di pertandingan Euro 2020.

Rinciannya, sebanyak 3.036 orang melaporkan gejala dalam dua hari pertandingan. Gejala yang dialami para penonton itu menunjukkan bahwa infeksi terjadi saat penonton menghadiri pertandingan. 

Baca juga: Ke Mana Pengungsi Afghanistan Pergi Setelah Negara Dikuasai Taliban?

85 persen kasus Covid-19

Dilansir dari The Guardian, Jumat (20/8/2021), penelitian juga menemukan, lebih dari 85 persen kasus infeksi terkait dengan 49 hari berbagai acara olahraga, musik, dan hiburan di luar ruangan berasal dari delapan pertandingan Euro yang terlibat, dan terutama semifinal dan final.

“Turnamen Euro 2020 dan lolosnya Inggris ke final Euro menghasilkan risiko yang signifikan bagi kesehatan masyarakat di seluruh Inggris bahkan ketika Inggris bermain di luar negeri,” ujar Dr Jenifer Smith, wakil direktur medis untuk Kesehatan Masyarakat Inggris dalam laporan tersebut. 

“Risiko ini muncul tidak hanya dari individu yang menghadiri acara itu sendiri, tetapi termasuk aktivitas yang dilakukan selama perjalanan dan aktivitas sosial terkait," kata Smith. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Grand Slam Wimbledon

Meskipun sama-sama menimbulkan kerumunan, kasus Covid-19 dalam pertandingan tenis Grand Slam Wimbledon tak sebanyak Euro 2020. 

Diketahui, lapangan Wimbledon dapat mencakup 300.000 penonton. Namun, kasus baru yang dilaporkan hanya 881 kasus.

Angka ini tentu jauh lebih kecil dibandingkan jumlah kasus baru yang terjadi di Euro 2020.

"Tim peneliti yang hadir di setiap acara ini secara lisan melaporkan perbedaan mencolok dalam perilaku penonton," ujar Smith.

Baca juga: Ilmuwan Vaksin AstraZeneca Dapat Standing Ovation di Wimbledon 2021

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.