Kompas.com - 22/08/2021, 21:40 WIB

KOMPAS.com - Memasak kini bukan lagi kegiatan yang memakan waktu lama berkat kemajuan teknologi. Oven microwave, misalnya, mempermudah urusan dapur mulai memasak sampai memanaskan makanan.

Oven microwave bekerja menggunakan radiasi gelombang mikro untuk memasak atau memanaskan makanan.

Pemanfaatan radiasi gelombang mikro tersebut menjadikan makanan panas dan renyah.

Akan tetapi, tidak semua makanan bisa Anda masukkan ke dalam microwave. Alasannya, hal itu bisa berpengaruh pada makanan itu sendiri atau memengaruhi kinerja microwave.

Dilansir dari beberapa sumber, di bawah ini ialah beberapa makanan yang tidak boleh dimasukkan ke dalam oven microwave:

1. Daging olahan

Daging olahan biasanya mengandung banyak bahan kimia dan pengawet dan menjadi lebih buruk saat dimasak di dalam microwave.

Cara memasak, menyimpan, dan memanaskan kembali daging olahan dapat berkontribusi pada produksi produk oksidasi kolesterol, yang dapat lebih berbahaya bagi sel arteri daripada kolesterol murni dan lebih terkait langsung dengan penyakit jantung.

Satu studi menemukan bahwa daging yang dihangatkan dengan microwave menghasilkan produksi COP yang lebih tinggi pada sosis, bacon, dan daging, dibandingkan dengan metode memasak lainnya.

Baca juga: 4 Cara Meletakkan Microwave di Dapur

 

2. Telur utuh

Saat dimasukkan ke dalam oven microwave, telur menghasilkan uap di dalam cangkang dan akan meledak. Jadi jangan mencoba merebus telur di dalam oven microwave.

3. Paprika

Paprika termasuk sayuran padat yang mengandung jumlah mineral yang lebih tinggi daripada jenis makanan lainnya.

Mineral-mineral ini - yang meliputi zat besi, magnesium, dan selenium - bertindak seperti potongan-potongan kecil logam dan menciptakan "efek lengkung" dalam gelombang mikro.

Efek lengkung adalah ketika percikan terjadi sebagai akibat dari gelombang elektromagnetik dalam gelombang mikro yang memantulkan atau memantul dari logam.

Capsaicin dalam paprika (yang merupakan senyawa dalam paprika yang menentukan seberapa pedasnya) juga bakal menguap saat terkena suhu tinggi di dalam microwave.

4. Buah beku

Buah beku memang akan sulit untuk dikonsumsi, tapi Anda tidak boleh memanaskannya di oven microwave karena dapat menyebabkan sifat baik pada kandungan buah berubah menjadi karsinogen.

5. Saus

Menempatkan semangkuk saus ke dalam microwave selama beberapa menit memungkinkan kamu mendengar bunyi mengelembung dan membuat microwave milikmu dipenuhi percikan saus.

Hal ini terjadi karena saus yang kental menyulitkan partikel untuk bergerak dengan mudah, sehingga tekanan uap di bawah permukaan microwave akan menumpuk hingga akhirnya meletus untuk mengeluarkan uap, membuat saus beterbangan.

Baca juga: Berapa Lama Masak Brokoli Pakai Microwave agar Matang Sempurna?

Sebaiknya Anda memanaskan saus di atas kompor, di mana kamu bisa terus mengaduk saus saat sedang memanas untuk mengeluarkan uap dan tekanan.

6. ASI dan susu formula

Banyak ibu baru membekukan dan menyimpan ASI mereka untuk digunakan nanti, dan itu bagus, selama tidak dipanaskan kembali ke dalam oven microwave.

Dengan cara yang sama seperti gelombang mikro memanaskan piring makanan secara tidak merata, mereka juga dapat menghangatkan botol ASI secara tidak merata, menciptakan “titik panas” yang dapat membakar mulut dan tenggorokan bayi secara parah.

Lalu ada bahaya karsinogen yang datang dari plastik yang dipanaskan kembali. FDA merekomendasikan agar ASI dan susu formula dicairkan dan dipanaskan kembali dalam panci di atas kompor, atau menggunakan air keran panas.

Solusinya, kamu bisa memanaskan secangkir air di microwave dan kemudian memasukkan kantong atau botol ASI ke dalamnya untuk mencair.

7. Nasi

Menurut Food Standards Agency, nasi yang dihangatkan di microwave terkadang bisa menyebabkan keracunan makanan. Nasi melibatkan keberadaan umum bakteri yang sangat resisten yang disebut Bacillus cereus.

International Journal of Food Microbiology menyebutkan, panas dari microwave membunuh bakteri ini, tetapi justru menghasilkan spora yang beracun.

Sejumlah penelitian mengonfirmasi bahwa begitu nasi keluar dari microwave dan ditinggalkan pada suhu kamar, spora yang dikandungnya dapat berkembang biak dan menyebabkan keracunan makanan jika seseorang memakannya.

8. Air

Tidak sedikit orang berpikir mereka dapat memanaskan secangkir air untuk membuat kopi atau teh panas menggunakan microwave. Namun, menurut The Daily Meal, air hanya akan menjadi super panas tanpa mendidih saat Anda memanaskan secangkir air di dalam microwave.

Terlebih jika Anda menambahkan kantong teh atau mengaduk cairan di dalam mug, cairan itu mendidih dengan cepat sekaligus. Ini bisa membuatnya tumpah atau meledak seketika.

Baca juga: 10 Makanan yang Tidak Boleh Dimasukkan ke Dalam Microwave

9. Sayuran hijau

Sayuran hijau agak berbahaya ketika dimasukkan ke dalam microwave. Menurut laporan NPR, kangkung dan sayuran lainnya dapat menyala saat dipanaskan dengan microwave, berpotensi merusak alat dan menghanguskannya.

Mark Golkowski, profesor teknik kelistrikan di University of Colorado, Denver, mengatakan jika ada perbedaan dalam sifat listrik dan udara untuk menangkap percikan, kemungkinan sayuran akan menyala.

Sayuran berdaun hijau harus dihindari dalam oven microwave karena beberapa di antaranya dapat terbakar, dan membakar peralatan Anda.

10. Kentang

Memanaskan kembali kentang yang sudah dimasak bisa mengundang bahaya. Memasak kentang dalam aluminium foil melindungi bakteri C. botulinum dari panas, artinya bakteri masih dapat berkembang jika kentang berada pada suhu ruangan terlalu lama, dan berpotensi menyebabkan botulisme.

Menurut Penn State College of Agricultural Sciences, kentang dapat menjadi tempat berkembang biak bagi Clostridium botulinum (botulism) jika tidak segera dimasukkan ke dalam kulkas setelah kamu selesai memakannya.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Abdul Haris Maulana|Editor: Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.