Jaya Suprana
Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Kemelut Berkelanjutan Afghanistan

Kompas.com - 19/08/2021, 12:39 WIB
Orang-orang menunggu untuk dapat diberangkatkan dengan pesawat saat mereka berebut untuk melarikan diri ke luar negeri, di Bandara Kabul, Afghanistan, Senin (16/8/2021). Bandara Kabul dilanda kekacauan ketika ribuan orang mencoba melarikan diri dari Taliban yang dilaporkan segera menguasai penuh Afghanistan. AFP/WAKIL KOHSAROrang-orang menunggu untuk dapat diberangkatkan dengan pesawat saat mereka berebut untuk melarikan diri ke luar negeri, di Bandara Kabul, Afghanistan, Senin (16/8/2021). Bandara Kabul dilanda kekacauan ketika ribuan orang mencoba melarikan diri dari Taliban yang dilaporkan segera menguasai penuh Afghanistan.

SAYA belum sempat ke Afghanistan sebab undangan dari Dubes Afghanistan untuk berkunjung ke Afghanistan kandas akibat saya terkena serangan jantung plus batu empedu harus dibuang kemudian disusul pagebluk Corona. Kini Afghanistan ganti pimpinan tanpa lewat pemilu.

Kagum

Namun dari kejauhan saya mengagumi Afghanistan dari masukan info tangan pertama tokoh jurnalis Teguh Santosa yang pernah meliput Afghanistan kemudian menulis buku berjudul Di Tepi Amu Darya.

Saya mengagumi bangsa Afghanistan juga dari apa yang saya lihat pada kenyataan budi pekerti keluarga besar Shah dengan kakek-moyang berasal dari Afghanistan yang kini menjadi para warga terhormat kota Medan.

Dari lembaran sejarah dunia versi Barat, saya memetik kesimpulan bahwa bangsa Afghanistan mirip Aceh sebagai bangsa yang memiliki semangat kebanggaan nasional sangat tinggi maka tidak pernah mau tunduk kepada bangsa asing. Afghanistan is a proud nation.

Namun di sisi lain Afghanistan senasib dengan Polandia secara geografis mau pun geopolitik terletak pada kawasan persimpangan jalan negara-negara tetangga mau pun negara-negara adhi kuasa sehingga Afghanistan senantiasa menjadi gelanggang pertarungan antar-para negara dengan masing-masing kepentingan beda satu dengan lain-lainnya

Pemberitaan

Akibat tidak tahu mengenai apa yang sebenarnya sedang terjadi maka saya mencoba tidak sembrono memberikan penilaian apalagi penghakiman terhadap apa yang sedang terjadi setelah kaum Taliban mengambil alih tampuk kekuasaan pemerintahan Afghanistan.

Memang terberitakan bahwa presiden Afghanistan telah terbang meninggalkan Kabul namun juga terberitakan bahwa Wakil Presiden Afghanistan masih tetap berada di Kabul untuk bekerjasama dengan kaum Taliban menatalaksana pemerintahan Afghanistan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Memang terviralkan foto betapa banyak warga Afghanistan berebut tempat di dalam pesawat terbang untuk terbang ke luar negeri namun tidak diberitakan berapa banyak warga yang tetap memilih untuk tetap tinggal di Afghanistan.

Adegan warga berebut meninggalkan Afghanistan menyusul tentara Smerika Serikat meninggalkan Afghanistan pada hakikatnya mirip adegan warga Saigon berebut menunggalkan Vetnam menyusul tentara Amerika Serikat meninggalkan Vietnam.

Memang harus diakui bahwa pemberitaan dikuasi oleh kantor berita sekutu Amerika Setikat didukung film-film produksi Holywood.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.