Kompas.com - 17/08/2021, 16:05 WIB
Google Doodle hari ini tampilkan tema Hari Kemerdekaan Indonesia screenshootGoogle Doodle hari ini tampilkan tema Hari Kemerdekaan Indonesia

KOMPAS.com - Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia 2021 atau dalam bahasa Inggris "Indonesia Independence Day" turut menghiasi laman Google pada hari ini, Selasa (17/8/2021).

Tampilan Google Doodle bertema Kemerdekaan Indonesia ini dibuat oleh seniman bernama Kathrin Honesta, seorang ilustrator yang berdomisili di Jakarta.

Google Doodle kali ini menampilkan alat musik, tari, dan seni rupa yang mewakili budaya dari berbagai daerah di nusantara.

Baca juga: Mengenal Google Doodle, Orat-oret Beranda Google yang Jadi Trending

Baca juga: Google Doodle Valentines Day 2021 Gambar Hati, Ini Cerita Pembuatnya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dimulai dari logo Google paling kanan, terdapat alat musik Sasando, Rebana, topeng tari Hudoq, penari kipas Pakarena, Tifa, dan yang paling kiri terdapat Gambus.

Gambar Doodle ini dihiasi dengan pola batik dan elemen yang mewakili tiap alat kesenian.

Mari menilik alat musik, topeng, tari dan seni rupa yang ada di Google Doodle hari ini.

1. Sasando dari NTT

Alat musik sasando dimainkan oleh Jeremiah August Pah seniman musik di Rote, Nusa Tenggara TimurWIKI COMMON/ Fakhri Anindita Alat musik sasando dimainkan oleh Jeremiah August Pah seniman musik di Rote, Nusa Tenggara Timur

Sasando adalah alat musik harpa dengan sembilan senar yang terbuat dari bambu dan daun lontar asli Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mengutip laman resmi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, NTT, Sasando sering dimainkan untuk mengiringi tarian, lagu, syair dan acara hiburan lainnya.

Ada berbagai cerita yang mengisahkan awal mula Sasando. Salah satunya cerita tentang Sangguana yang terdampar di Pulau Ndana dan jatuh cinta dengan putri raja.

Baca juga: Mengenal Taman Nasional Komodo...

Agar raja menerimanya, Sangguana pun membuat alat musik kepada raja.

Secara harfiah nama Sasando berasal dari bahasa Rote "Sasandu" yang berarti bergetar atau berbunyi.

Di masa sekarang, Sasando menjadi alat musik khas daerah Pulau Rote saja, dan mulai terdapat di daerah lain di NTT, seperti Kupang dan daerah lainnya.

Baca juga: Polemik Penghentian Proyek Pariwisata di TN Komodo, Ini Kata KLHK dan Walhi

2. Rebana

Khamim bertahan membuat rebana di masa pandemi Covid-19KOMPAS.com/Dian Ade Permana Khamim bertahan membuat rebana di masa pandemi Covid-19

Mengutip pemberitaan Kompas.com (7/5/2021), rebana merupakan alat musik tabuh Jambi yang dibawa oleh saudagar Muslim ke Jambi.

Rebana serupa mangkok kayu yang ditutupi oleh kulit hewan. Jika kulit hewan ditabuh maka akan mengeluarkan suara berat.

Ada banyak jenis rebana di Jambi seperti Rebana Siam, rebana gedang, redab, dan rebana sike.

Baca juga: Hari Musik Nasional: Alat Musik Tradisional Indonesia Terancam Punah

3. Topeng tari Hudoq

Tari Hudoq merupakan salah satu tarian dari suku Dayak, di Kalimantan Timur.

Mengutip Jakarta Tourism, tarian Hudoq kerap dilakukan suku Dayak saat perayaan menanam padi, panen, atau upacara adat lainnya.

Seluruh penari Hudoq adalah laki–laki.

Baca juga: Profil Go Tik Swan, Pelopor Batik Indonesia yang Dijadikan Google Doodle Hari ini

Mereka akan melakukan rangkaian upacara dengan mengelilingi kampung, sebagai bentuk permohonan perlindungan agar terhindar dari bencana.

Mereka akan melakukan tarian dengan mengenakan pakaian dan topeng kayu yang cukup berat.

Gerakan tari Hudoq secara keseluruhan terdiri dari Jiak, Jiak Lut, Glek Halu, Kuwai, dan Jiak Dong. Gerakan ini memadukan hentakan kaki dan tumit.

Baca juga: Viral Flashmob Tari Beksan Wanara Akademi Angkatan Udara, Ini Penjelasannya

4. Penari kipas Pakarena dari Sulawesi

Tari Kipas Pakarena dari Sulawesi SelatanKemdikbud Tari Kipas Pakarena dari Sulawesi Selatan

Melansir Kompas.com, (2/2/2021), tari kipas Pakarena merupakan salah satu tari tradisional yang berasal dari Gowa, Sulawesi Selatan.

Tari Kipas Pakarena sempat menjadi tarian resmi istana pada masa Raja Gowa ke-16. Di mana tarian tersebut sudah turun temurun dan terus ditarikan hingga sekarang.

Di zaman dulu, tarian ini hanya ditampilkan di lingkungan istana kerajaan Gowa oleh putri-putri bangsawan, sebagai tarian wajib saat upacara adat atau pesta-pesta kerajaan.

Baca juga: Viral Unggahan soal Lagu Yamko Rambe Yamko, Ini Berbagai Versi Asal Muasalnya

5. Tifa

[Tangkapan Layar] alat musik Tifa, PapuaYoutube/ Utak Atik Otak [Tangkapan Layar] alat musik Tifa, Papua

Tifa merupakan alat musik yang ada di Maluku dan Papua.

Mengutip Kompas.com, (11/5/2021), perbedaan antara keduanya terletak pada model dan bentuknya.

Tifa khas Maluku tidak memiliki pegangan di bagian sampingnya, sedangkan Tifa Papua ada pegangannya.

Alat ini bentuknya seperti gendang. Alat musik ini sering digunakan dalam berbagai upacara adat.

Baca juga: Profil Brigjen TNI Gusti Putu Danny Nugraha, Kabinda Papua yang Ditembak KKB

Selain terbuat dari kayu, tifa pada bagian membrannya dibuat dari kulit binatang, yakni biawak atau soasoa dan kulit rusa.

Ukuran Tifa bervariasi, mulai dari 60 sentimeter bahkan ada pula yang mencapai tinggi lebih dari satu meter.

Uniknya, ukuran Tifa sangat memengaruhi jenis suara yang dihasilkan.

Jika ukurannya semakin kecil, maka suara Tifa akan semakin tinggi. Jika ukurannya panjang dan besar, suara yang dihasilkan semakin rendah.

Baca juga: Ramai soal Lagu Yamko Rambe Yamko, Benarkah dari Papua?

6. Gambus dari Riau

Daeng Patanga memperdengarkan alunan gambus di rumah warga di Tanjung Batu Nunukan Kaltara. Daeng merupakan eks TKI Malaysia yang tinggal di Nunukan demi mendapat kabar anak istrinya yang ada di Malaysia. Untuk survive ia membuat arang dan tinggal berpindah pindah dari satu kebun ke kebun lainKompas.com/Ahmad Dzulviqor Daeng Patanga memperdengarkan alunan gambus di rumah warga di Tanjung Batu Nunukan Kaltara. Daeng merupakan eks TKI Malaysia yang tinggal di Nunukan demi mendapat kabar anak istrinya yang ada di Malaysia. Untuk survive ia membuat arang dan tinggal berpindah pindah dari satu kebun ke kebun lain

Gambus merupakan alat musik dengan senar yang bentuknya mirip seperti mandolin dan gitar.

Bedanya, lubang pada gambus ditutupi menggunakan kulit kambing atau kulit ikan pari.

Melansir Kompas, (7/5/2021), alat musik gambus merupakan hasil kontak budaya Melayu dengan Islam melalui Gambus Arab (al oud), sehingga pada awalnya sering disebut dengan Gambus Melayu Riau.

Baca juga: Musik Dangdut Identik dengan Goyangan, Mengapa?

Alat musik gambus selain ditampilkan dalam orkes gambus, biasanya digunakan untuk mengeringi Tari Zapin khas Riau.

Pemain gambus akan memainkan gambus secara solo lalu penari akan mulai menari saat lagu sampai pada aksen lirik yang kuat.

Penari akan terus menari diiringi lagu-lagu musik gambus dan kemudian akan diakhiri dengan permainan gambus selodang.

Baca juga: Mengenang Ismail Marzuki, Maestro Musik Indonesia yang Meninggal di Pangkuan Sang Istri...

(Sumber: KOMPAS.com/Ari Welianto, Silmi Nurul Utami, Vanya Karunia Mulia Putri | Editor: Serafica Gischa, Ari Welianto)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.