Kompas.com - 15/08/2021, 05:55 WIB
KFC. ShutterstockKFC.

KOMPAS.com - PT Fast Food Indonesia Tbk selaku manajemen pemegang merek KFC Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara terkait adanya isu burger yang disebutkan dari bahan yang tidak layak konsumsi.

Isu tersebut beredar luas melalui pesan berantai di WhatsApp (WA) dan media sosial Facebook.

Dalam pesan itu disebutkan bahwa bahan baku yang dipergunakan oleh KFC seperti kecap dan mayones sudah tercampur dengan unsur minyak babi.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Bipang Ambawang dan 4 Makanan Khas Daerah yang Direkomendasikan Jokowi

Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk Justinus Dalimin Juwono menegaskan, pesan berantai yang beredar di WA dan media sosial tersebut tidak benar dan tidak berdasar.

"Sama sekali tidak benar dan tidak ada dasar sama sekali. Karena produk patty untuk burger KFC semua diproduksi dengan proses di pabrik-pabrik yang bersertifikat halal," ujarnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (14/8/2021).

Selain itu, pihaknya juga memastikan komposisi yang dipergunakan untuk membuat patty juga berasal dari bahan baku ayam bermutu baik. Terlebih pihaknya juga sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setiap hasil produk patty tersebut sebelum dipasarkan sudah terperiksa oleh MUI sebelum sertifikat halal diterbitkan," ucap dia.

Baca juga: Beredar Isu Burger KFC Mengandung Babi, Perusahaan dan MUI: Tidak Benar!

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.