Kompas.com - 14/08/2021, 21:15 WIB
Ilustrasi Swiss - Pemandangan Gunung Matterhorn di Zermatt, Swiss (SHUTTERSTOCK/Andrew Mayovskyy). SHUTTERSTOCK/Andrew MayovskyyIlustrasi Swiss - Pemandangan Gunung Matterhorn di Zermatt, Swiss (SHUTTERSTOCK/Andrew Mayovskyy).

KOMPAS.com – Tingginya jumlah produk domestik bruto atau PDB tidak otomatis menjadi indikator bahwa sebagian besar penduduknya hidup sejahtera.

Amerika Serikat, China adalah negara-negara dengan PDB yang tinggi, namun mereka bukanlah negara terkaya di dunia.

Adapun indikator negara kaya yang lebih akurat adalah pengukuran pendapatan per kapita. Selain itu, pendapatan per kapita juga bisa menjadi tolok ukur sebaran distribusi kekayaan penduduk di suatu negara.

Perlu diketahui bahwa PDB dan pendapatan per kapita adalah berbeda. PDB merupakan total nilai produksi dan jasa yang dihasilkan semua orang atau perusahaan dalam satu negara, sedangkan pendapatan per kapita adalah total PDB dibagi dengan jumlah penduduk.

Dilansir dari Nasdaq melalui Kompas.com, Rabu (11/8/2021), saat ini negara paling kaya di dunia, jika dilihat dari jumlah pendapatan per kapita, adalah Luksemburg.

Baca juga: 5 Negara yang Wajibkan Sertifikat Vaksin di Tempat Umum

Luksemburg merupakan negara kecil yang terkurung daratan (landlock). Ia dikelilingi oleh Jerman, Perancis, dan Belgia. Sebagai negara paling makmur, Luksemburg masuk sebagai salah satu pusat keuangan terpenting di dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hingga awal abad ke-20, ekonomi Luksemburg sebagian besar bergantung pada industri baja. Upaya besar Luksemburg untuk mendiversifikasi ekonominya dari ketergantungan industri baja dimulai sejak akhir tahun 1950-an.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah fokus pada industri barang-barang mewah dan berkualitas tinggi serta sektor jasa keuangan.

Upaya ini pun menunjukkan hasil, jumlah nilai tambah di sektor produksi produk-produk ini meningkat pesat hingga 77 persen di tahun 1995 dari 38 persen pada tahun 1958.

Saat ini, sebagian besar atau tepatnya sekitar 88 persen kekayaan Luksemburg berasal dari sektor jasa, termasuk hampir sepertiga dari jasa keuangan.

Halaman:

Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.