Kompas.com - 14/08/2021, 15:30 WIB
Seorang karyawan restoran menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di Kota Tengah, Kota Gorontalo, Gorontalo, Jumat (16/5/2021). Tim gabungan dari Dinas Kesehatan, Puskesmas Kota Tengah, Polres Gorontalo Kota, TNI dan Satpol PP melakukan tracking dan tes PCR kepada karyawan restoran setelah tiga warga yang merayakan ulang tahun di tempat itu dinyatakan positif COVID-19. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/foc. ANTARA FOTO/Adiwinata SolihinSeorang karyawan restoran menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di Kota Tengah, Kota Gorontalo, Gorontalo, Jumat (16/5/2021). Tim gabungan dari Dinas Kesehatan, Puskesmas Kota Tengah, Polres Gorontalo Kota, TNI dan Satpol PP melakukan tracking dan tes PCR kepada karyawan restoran setelah tiga warga yang merayakan ulang tahun di tempat itu dinyatakan positif COVID-19. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/foc.

KOMPAS.com - Ramai harga tes PCR di Indonesia disebut lebih mahal dibanding negara lain seperti India.

Diberitakan India Today, 4 Agustus 2021, India memangkas harga tes PCR yang sebelumnya 800 Rupee menjadi 500 Rupee atau setara Rp 96.000 berdasarkan kurs saat itu.

Sementara itu bagi mereka yang ingin melakukan tes PCR di rumah, biayanya 700 Rupee per tes. Sebelumnya tes PCR di rumah dihargai 1.200 Rupee.

Selain itu harga rapid tes antigen di India juga turun menjadi 300 Rupee.

Semua laboratorium dan rumah sakit swasta yang melakukan tes Covid-19 telah diinstruksikan oleh pemerintah Delhi untuk menampilkan tarif baru dalam waktu 24 jam.

Warganet juga membandingkan harga tes PCR di India dan Indonesia. Berikut salah satunya:

Mengapa harga tes PCR di Indonesia lebih tinggi daripada di India?

Baca juga: Viral, Video Barter Emas di Pedalaman Papua, 1 Gram Dapat 1 GB Internet, Ini Ceritanya

Penjelasan Kemenkes

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa saat ini Indonesia masih terkendala karena impor.

"Karena tes PCR kita masih impor ya termasuk bahan bakunya juga, sebagian besar juga impor," kata Nadia, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (14/8/2021).

Ketika ditanya apakah Indonesia memiliki rencana untuk membuat PCR sendiri, dia menjawab bahwa produksi dalam negeri sudah ada, tapi masih ada bahan baku yang diimpor.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.