Kompas.com - 09/08/2021, 12:05 WIB
Pengendara motor melintas saat banjir rob menggenangi Kompleks Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta, Minggu (7/6/2020). Banjir di kawasan tersebut diduga akibat adanya tanggul yang jebol saat naiknya permukaan air laut di pesisir utara Jakarta. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK APengendara motor melintas saat banjir rob menggenangi Kompleks Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta, Minggu (7/6/2020). Banjir di kawasan tersebut diduga akibat adanya tanggul yang jebol saat naiknya permukaan air laut di pesisir utara Jakarta.

KOMPAS.com – Pemberitaan mengenai kabar bahwa Jakarta akan tenggelam 10 tahun lagi ramai di tengah masyarakat.

Informasi tersebut mencuat ke permukaan usai Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyinggung hal itu dalam pidatonya di Kantor Direktur Intelijen Nasional, AS, Selasa (27/7/2021).

Biden dalam pidatonya menyebut Jakarta kemungkinan akan tenggelam 10 tahun lagi akibat naiknya permukaan air laut.

Baca juga: Jakarta Masuk Daftar Kota di Dunia Paling Berisiko Tenggelam

Lantas, benarkah demikian?

Kepala Laboratorium Geodesi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB Heri Andreas mengatakan, dalam waktu 10 tahun ke depan, Jakarta menurutnya masih terlihat baik-baik saja karena penurunan tanahnya belum terlalu banyak.

Namun hal itu berbeda, apabila prediksi tersebut adalah 30 mendatang atau sekitar 2050.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebenarnya isunya Jakarta, namun Jakarta tidak lebih berisiko dari Pekalongan, Semarang, dan Demak saat ini," ujar Heri saat dihubungi Kompas.com, Kamis (5/8/2021).

Heri menambahkan, sebenarnya ada 112 daerah kabupaten/kota yang berpotensi untuk tergenang selain Jakarta.

Ada banyak sebab mengapa 112 daerah-daerah tersebut berpotensi untuk tenggelam. Salah satunya yakni kompaksi alamiah.

Baca juga: Survei 2019, Jakarta Masuk Peringkat 10 Kota Termacet di Dunia

Daftar wilayah rentan

Kompaksi menurutnya terbentuk secara alami dari kikisan yang kemudian terbawa oleh sungai dan terkumpul di pesisir lalu menjadi daratan.

Adapun faktor lain yang membuat permukaan turun bisa pula disebabkan oleh tanah yang memadat menjadi daratan namun belum mengeras kemudian didirikan bangunan di atasnya.

Selanjutnya faktor yang lain yang bisa menjadi penyebab adalah proses eksploitasi air tanah Serta adanya area migas tua, pengeringan lahan gambut, atau wilayah tersebut dekat dengan tambang atau gheotermal serta adanya pergerakan tektonik.

Baca juga: Polusi Udara di Jakarta Disebut Tinggi Saat Dini Hari, Apa Penyebab dan Bagaimana Antisipasinya?


Adapun untuk daftar 112 wilayah Kabupaten/Kota yang termasuk ke dalam daftar wilayah rentan tersebut yakni:

  1. Pesisir Kabupaten Aceh Besar
  2. Kabupaten Pidie
  3. Kabupaten Pidie Jaya
  4. Kota Lhokseumaue
  5. Kabupaten Bireun
  6. Kabupaten Aceh Utara
  7. Kabupaten Aceh Timur
  8. Kota Langsa
  9. Kabupaten Aceh Tamiang
  10. Kabupaten Langkat
  11. Kabupaten Deli Serdang
  12. Kota Medan
  13. Kabupaten Serdang Bedagai
  14. Kabupaten Batubara
  15. Kabupaten Asahan
  16. Kabupaten Labuhanbatu Utara
  17. Kabupaten Labuhanbatu
  18. Kota Sibolga
  19. Kabupaten Rokanhilir
  20. Kota/kabupaten Dumai
  21. Kabupaten Bengkalis
  22. Kabupaten Kepulauan Meranti
  23. Kabupaten Siak
  24. Kabupaten Indragiri hilir
  25. Kabupaten Tanjung Jabung Barat
  26. Kabupaten Tanjung Jabung Timur
  27. Kota Pangkal Pinang
  28. Kabupaten Bintan
  29. Kabupaten Karimun
  30. Kabupaten Lingga
  31. Kota Padang
  32. Kabupaten Banyuasin
  33. Kabupaten Ogan Komering Ilir
  34. Kabupaten Tulang Bawang
  35. Kabupaten Lampung Timur
  36. Kabupaten Lampung Selatan
  37. Kota Bandar Lampung
  38. Kabupaten Serang
  39. Kota Serang
  40. Kabupaten Tanggerang
  41. DKI Jakarta
  42. Kabupaten Bekasi
  43. Kabupaten Karawang
  44. Kabupaten Subang
  45. Kabupaten Indramayu
  46. Kabupaten Cirebon
  47. Kota Cirebon
  48. Kabupaten Cilacap
  49. Kabupaten Brebes
  50. Kota Tegal
  51. Kabupaten Tegal
  52. Kabupaten Pemalang
  53. Kabupaten Pekalongan
  54. Kota Pekalongan
  55. Kabupaten Batang
  56. Kabupaten Kendal
  57. Kota Semarang
  58. Kabupaten Demak
  59. Kabupaten Pati
  60. Kabupaten Rembang
  61. Kabupaten Gresik
  62. Kota Surabaya
  63. Kabupaten Sidoarjo
  64. Kabupaten Bangkalan
  65. Kabupaten Sampang
  66. Kabupaten Sumenep
  67. Kabupaten Pasuruan
  68. Kota Pasuruan
  69. Kabupaten Probolinggo
  70. Kota Probolinggo
  71. Kabupaten Situbondo
  72. Kota Singkawang
  73. Kabupaten Bengkayang
  74. Kabupaten Pontianak
  75. Kota Pontianak
  76. Kabupaten Kubu Raya
  77. Kabupaten Kayong Utara
  78. Kabupaten Ketapang
  79. Kabupaten Sukamara
  80. Kabupaten Kotawaringin Barat
  81. Kabupaten Seruyan
  82. Kabupaten Katingan
  83. Kabupaten Pulau Pisau
  84. Kabupaten Kapuas
  85. Kabupaten Barito Kuala
  86. Kota Banjarmasin
  87. Kabupaten Banjar
  88. Kabupaten Tanah Laut
  89. Kabupaten Tanah Bumbu
  90. Kabupaten Kotabaru
  91. Kabupaten Pasir
  92. Kabupaten Penajam Paser Utara
  93. Kota Balikpapan
  94. Kota Bontang
  95. Kabupaten Kutai Kertanegara
  96. Kota Samarinda
  97. Kabupaten Berau
  98. Kabupaten Kutai Timur
  99. Kabupaten Donggala
  100. Kabupaten Mamuju Utara
  101. Kabupaten Mamuju Tengah
  102. Kabupaten Mamuju
  103. Kabupaten Pohuwatu
  104. Kabupaten Sorong Selatan
  105. Kabupaten Teluk Bintuni
  106. Kabupaten Kaimana
  107. Kabupaten Mimika
  108. Kabupaten Asmat
  109. Kabupaten Mappi
  110. Kabupaten Merauke.
  111. Kota Sibolaga
  112. Kabupaten Gorontalo

Baca juga: Viral Unggahan Poster Monas Tenggelam di Media Sosial, Apa Artinya? 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.