Kompas.com - 06/08/2021, 12:19 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, saat memberi keterangan pers mengenai perkembangan penanganan Covid-19, yang disiarkan kanal YouTube BNPB, Kamis (5/11/2020). covid19.go.idJuru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, saat memberi keterangan pers mengenai perkembangan penanganan Covid-19, yang disiarkan kanal YouTube BNPB, Kamis (5/11/2020).

KOMPAS.com - Pemerintah mulai menyoroti tingginya angka kematian karena Covid-19 yang kini banyak dialami oleh anak muda alias usia produktif.

Dalam catatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, tingginya angka kematian itu tak lepas dari melonjaknya kasus positif Covid-19 di kelompok usia tersebut.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengakui, penyebab kematian pada pasien Covid-19 saat ini didominasi usia produktif.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), yang dimaksud dengan usia produktif adalah mereka yang berusia antara 15 sampai 64 tahun.

Baca juga: Indonesia Apresiasi Upaya Kanada Bantu Penanganan Pandemi Covid-19

 

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan yang diolah oleh Satgas Covid-19, 46,7 persen kematian ini berasal dari populasi berusia di atas 60 tahun. Sementara itu, terdapat 36,7 persen dari usia 46-59 tahun serta 12,7 persen kematian dari usia 31-45 tahun.

"Adanya tren kematian pada kelompok usia produktif tersebut tidak terlepas dari adanya peningkatan kasus dari kelompok umur tersebut," kata dia dalam konferensi pers secara daring pada Kamis (5/8/2021)

Secara fakta, kata Wiku, peluang kematian pada pasien dapat meningkat jika terlambat ditangani atau dirujuk, termasuk riwayat komorbid (penyakit penyerta).

Wiku juga memaparkan, saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengidentifikasi varian delta Covid-19 di 132 negara dunia. Kondisi itu menyebabkan kenaikan kasus positif sebesar 80 persen dalam empat pekan terakhir.

Kematian semakin muda

Sementara itu, angka kematian pasien Covid-19 di Indonesia melonjak drastis dari Juni ke Juli 2021.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengungkapkan, kenaikan angka kematian tertinggi bukan disumbangkan dari pasien lanjut usia, melainkan mereka yang lebih muda, yakni antara 46-59 tahun.

Baca juga: Angka Kematian karena Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Akibat Tingginya Kasus Harian dan Kasus Aktif

 

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.