Wisnu Nugroho
Pemimpin Redaksi Kompas.com

Wartawan Kompas. Pernah bertugas di Surabaya, Yogyakarta dan Istana Kepresidenan Jakarta dengan kegembiraan tetap sama: bersepeda. Menulis sejumlah buku tidak penting.

Tidak semua upaya baik lekas mewujud. Panjang umur upaya-upaya baik ~ @beginu

Hidup Kerap Tidak Semanis Perjuangan Greysia dan Apriyani

Kompas.com - 03/08/2021, 09:34 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

HAI, apa kabarmu?

Semoga selalu sehat baik pikiran, jiwa, dan raga setelah kita mendapat kabar gembira dari tim Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Kabar gembira itu dipersembahkan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Anthony Sinisuka Ginting di ujung laga mereka.

Perjuangan terbaik ditunjukkan dengan kemenangan masing-masing dengan medali dipastikan diperoleh. Emas untuk ganda putri dan perunggu untuk tunggal putra.

Meledak kegembiraan kita sepanjang Senin (2/8/2021) untuk akhir yang manis ini.

Setelah sebulan penuh hari-hari kita dipenuhi kabar duka cita, Agustus diawali dengan kabar suka cita, meskipun PPKM diperpanjang seminggu di hari yang sama.  

Emas dan perunggu di olimpiade

Buat kalian yang terlewatkan pertandingan yang menegangkan dan berakhir kemenangan, Greysia/Apriyani menumbangkan pasangan China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan di laga final Olimpiade Tokyo 2020, Senin (2/8/2021) siang.

Greysia (33) dan Apriyani (23) menang dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-15.

Pasangan senior dan junior ini meraih emas dari cabang bulutangkis dari nomor yang tidak pernah kita menangkan dalam sejarah Olimpiade yaitu ganda putri.

Sejarah mencatat ledakan kegembiraan Greysia dan Apriyani yang menular ke kita semua.

Para politisi semua jurusan, golongan dan ideologi yang bisa hidup di situasi apa pun, tidak ketinggalan ikut bergembira.

Karena gembiranya dan ingin hidup di situasi apa pun, mereka lupa bahwa yang bertanding dan memenangkan laga bukan mereka.

Foto para politisi ini tampil luar biasa, mengaburkan para pemain peraih medali.

Jujur saja, kita ada dalam euforia ini juga. Meskipun, kita tidak lantas meminta tim publikasi membuat dan menyebar foto-foto di semua saluran media sosial kita seperti para politisi.

Mungkin belum datang saja kesempatannya, atau level menyebalkan kita berbeda.

Tentu saja, ini tambahan hiburan yang mengembirakan buat kita semua sebelum hiburan susulan hadir lewat Anthony Ginting (24) dengan medali perunggunya.

Perjuangan Ginting menjadi penutup kiprah tim badminton Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting usai pengalungan medali bulutangkis tunggal putra Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Senin (2/8/2021). Anthony menang atas pemain Guatemala Kevin Cordon dengan skor 21-11, 21-13 dan meraih medali perunggu.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting usai pengalungan medali bulutangkis tunggal putra Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Senin (2/8/2021). Anthony menang atas pemain Guatemala Kevin Cordon dengan skor 21-11, 21-13 dan meraih medali perunggu.
Ginting meraih perunggu usai mengalahkan wakil Guatemala, Kevin Cordon, pada pertandingan di Musashino Forest Sport Plaza, Senin (2/8/2021) malam.

Ginting memetik kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-11 dan 21-13 dalam waktu 38 menit.

Untuk tim badminton, Indonesia menurunkan tujuh wakil ke Olimpiade Tokyo 2020.

Kelima wakil lainnya adalah Jonatan Christie, Gregoria Mariska Tunjung, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Kepada mereka semua, kita utang rasa. Rasa yang membuat akhirnya bergembira sejenak dan sangat bermaka setelah sebulan penuh kita dicekap rasa duka. 

Rasa itu mengingatkan bahwa ada harapan yang bisa diandalkan ketika kita gigih berupaya. 

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.