Hidup Kerap Tidak Semanis Perjuangan Greysia dan Apriyani

Kompas.com - 03/08/2021, 09:34 WIB
Pebulu tangkis ganda Putri Indonesia Greysia Pollii (kiri) dan Apriyani Rahayu berpelukan setelah mereka berhasil meraih untuk nomor bulutangkis ganda putri  Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Senin (2/8/2021). Greysia Pollii/Apriyani Rahayu berhasil meraih medal emasi setelah mengalahkan Chen/Jia Yi Fan dua set langsung dengan skor 21-19 dan 21-15. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANPebulu tangkis ganda Putri Indonesia Greysia Pollii (kiri) dan Apriyani Rahayu berpelukan setelah mereka berhasil meraih untuk nomor bulutangkis ganda putri Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Senin (2/8/2021). Greysia Pollii/Apriyani Rahayu berhasil meraih medal emasi setelah mengalahkan Chen/Jia Yi Fan dua set langsung dengan skor 21-19 dan 21-15.

HAI, apa kabarmu?

Semoga selalu sehat baik pikiran, jiwa, dan raga setelah kita mendapat kabar gembira dari tim Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Kabar gembira itu dipersembahkan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Anthony Sinisuka Ginting di ujung laga mereka.

Perjuangan terbaik ditunjukkan dengan kemenangan masing-masing dengan medali dipastikan diperoleh. Emas untuk ganda putri dan perunggu untuk tunggal putra.

Meledak kegembiraan kita sepanjang Senin (2/8/2021) untuk akhir yang manis ini.

Setelah sebulan penuh hari-hari kita dipenuhi kabar duka cita, Agustus diawali dengan kabar suka cita, meskipun PPKM diperpanjang seminggu di hari yang sama.  

Emas dan perunggu di olimpiade

Buat kalian yang terlewatkan pertandingan yang menegangkan dan berakhir kemenangan, Greysia/Apriyani menumbangkan pasangan China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan di laga final Olimpiade Tokyo 2020, Senin (2/8/2021) siang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Greysia (33) dan Apriyani (23) menang dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-15.

Pasangan senior dan junior ini meraih emas dari cabang bulutangkis dari nomor yang tidak pernah kita menangkan dalam sejarah Olimpiade yaitu ganda putri.

Sejarah mencatat ledakan kegembiraan Greysia dan Apriyani yang menular ke kita semua.

Para politisi semua jurusan, golongan dan ideologi yang bisa hidup di situasi apa pun, tidak ketinggalan ikut bergembira.

Karena gembiranya dan ingin hidup di situasi apa pun, mereka lupa bahwa yang bertanding dan memenangkan laga bukan mereka.

Foto para politisi ini tampil luar biasa, mengaburkan para pemain peraih medali.

Jujur saja, kita ada dalam euforia ini juga. Meskipun, kita tidak lantas meminta tim publikasi membuat dan menyebar foto-foto di semua saluran media sosial kita seperti para politisi.

Mungkin belum datang saja kesempatannya, atau level menyebalkan kita berbeda.

Tentu saja, ini tambahan hiburan yang mengembirakan buat kita semua sebelum hiburan susulan hadir lewat Anthony Ginting (24) dengan medali perunggunya.

Perjuangan Ginting menjadi penutup kiprah tim badminton Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting usai pengalungan medali bulutangkis tunggal putra Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Senin (2/8/2021). Anthony menang atas pemain Guatemala Kevin Cordon dengan skor 21-11, 21-13 dan meraih medali perunggu.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting usai pengalungan medali bulutangkis tunggal putra Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Senin (2/8/2021). Anthony menang atas pemain Guatemala Kevin Cordon dengan skor 21-11, 21-13 dan meraih medali perunggu.
Ginting meraih perunggu usai mengalahkan wakil Guatemala, Kevin Cordon, pada pertandingan di Musashino Forest Sport Plaza, Senin (2/8/2021) malam.

Ginting memetik kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-11 dan 21-13 dalam waktu 38 menit.

Untuk tim badminton, Indonesia menurunkan tujuh wakil ke Olimpiade Tokyo 2020.

Kelima wakil lainnya adalah Jonatan Christie, Gregoria Mariska Tunjung, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Kepada mereka semua, kita utang rasa. Rasa yang membuat akhirnya bergembira sejenak dan sangat bermaka setelah sebulan penuh kita dicekap rasa duka. 

Rasa itu mengingatkan bahwa ada harapan yang bisa diandalkan ketika kita gigih berupaya. 

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.