Sepi Pengunjung, Pedagang Malioboro Kibarkan Bendera Putih

Kompas.com - 31/07/2021, 22:06 WIB
Suasana Malioboro terlihat sepi, penyekatan dilakukan oleh Pemkot Yogyakarta untuk mencegah warga nongkrong di sekitaran Malioboro, Senin (5/7/2021) KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWOSuasana Malioboro terlihat sepi, penyekatan dilakukan oleh Pemkot Yogyakarta untuk mencegah warga nongkrong di sekitaran Malioboro, Senin (5/7/2021)

KOMPAS.com - Para pedagang di Malioboro, Yogyakarta, kibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah terhadap pandemi Covid-19 serta aturan PPKM yang ditetapkan pemerintah.

Bendera putih dipasang mulai dari jalan masuk Malioboro hingga di depan kantor Gubernur Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta.

Sebagaimana diberitakan KOMPAS.com pada Jumat (30/7/2021), aksi pengibaran bendera putih itu bukanlah bentuk protes melainkan ungkapan kesedihan akibat kondisi ekonomi yang semakin sulit.

"Bukan protes, imbauan supaya mengerti perasaan PKL bahwa ekonomi lumpuh total, tidak ada pedagang, tidak ada pengunjung," kata Ketua Paguyuban Pedagang Lesehan Malioboro, Desio Hartonowati.

"Menyerah secara universal. Kami enggak bisa berbuat apa-apa lagi," imbuhnya.

Menurut Desio, semua pedagang terkena imbas pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM, namun yang paling kesulitan adalah para pedagang lesehan yang baru bisa menggelar lapak dagangannya pada sore hari.

Baca juga: Aturan Baru Bandara Soekarno-Hatta Selama PPKM Level 4

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kita buka pukul 18.00 WIB, aturan jam 20.00 WIB tutup. Kami minta kebijakan pemerintah daerah supaya bisa berjualan sampai pukul 23.00 WIB," ujarnya.

Selain itu, pedagang pun mengeluhkan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah yang hingga kini belum tersalurkan secara merata.

"Ya kalau kaki lima parah, terutama kuliner. Karena sejak Covid-19 ada belum pernah ada bantuan apapun dari pemerintah. Kita mengetuk hati pemerintah supaya memberikan sedikit bantuan kepada terutama pedagang kaki lima yang ada di Malioboro," ucap Dimanto (64), salah satu pedagang kaki lima di Malioboro.

"Sekarang lebih berat, diperbolehkan jualan tapi akses jalan masih ditutup. Kita membuat makanan thok tapi tak bisa jual. Pembeli belum ada. Kalau akses dibuka mungkin banyak pembelinya. Kalau sekarang ditutup belum ada pembeli," terangnya.

Baca juga: Ini Perbedaan Aturan PPKM Level 1, 2, 3 dan 4

Halaman:

Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.