PPKM Level 4 Resmi Diperpanjang hingga 2 Agustus 2021, Ini Aturan dan Wilayahnya

Kompas.com - 25/07/2021, 21:55 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat mengumumkan perpanjangan PPKM Level 4 pada Minggu (25/7/2021). YouTube/Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo atau Jokowi saat mengumumkan perpanjangan PPKM Level 4 pada Minggu (25/7/2021).

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengumumkan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4, Minggu (25/7/2021).

Sejumlah daerah akan kembali menerapkan PPKM level 4 sejak 26 Juli hingga 2 Agustus 2021 mendatang.

"Dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, aspek ekonomi, dan dinamika sosial, saya memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari 26 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021," kata Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden mengutip Kompas.com, Minggu (25/7/2021).

Jokowi mengeklaim, PPKM darurat dan PPKM level 4 ini sudah berhasil meperbaiki kondisi pandemi di Indonesia.

Hal ini karena selama PPKM level 4 berlaku, pembatasan dilakukan di sejumlah sektor, yaitu perkantoran, pendidikan, pusat perbelanjaan, tempat makan, transportasi, seni budaya, wisata, serta sosial dan masyarakat.

"Kita tahu saat ini sudah terjadi tren perbaikan dalam pengendalian pandemi Covid-19," ujar Jokowi.

Baca juga: Pernyataan Lengkap Jokowi Soal PPKM Level 4 Diperpanjang Hingga 2 Agustus 2021

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Laju penambahan kasus, BOR (bed occupancy rate), dan positivity rate mulai menunjukkan tren penurunan seperti yang terjadi di beberapa provinsi di Jawa," ucap Kepala Negara.

Walaupun demikian, Joko tetap meminta masyarakat selalu waspada dengan penularan Covid-19, terutama varian Delta yang berbahaya.

"Namun demikian, kita harus tetap berhati-hati dalam menyikapi tren perbaikan ini. Tetap harus selalu waspada menghadapi varian Delta yang sangat menular," kata Kepala Negara.

Sebelumya PPKM level 3 dan 4 sudah diterapkan selama lima hari pada 21-25 Juli 2021 di kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali.

Level 4 dimaksudkan adalah setiap provinsi mencatatkan angka kasus Covid-19 lebih dari 150/100.000 penduduk per minggu.

Selain itu, perawatan pasien di RS lebih dari 30/100.000 penduduk per minggu, serta kematian lebih dari 5/100.000 penduduk per minggu.

Sementara level 3 adalah daerah yang mencatatkan kasus Covid-19 antara 50-150/100.000 penduduk per minggu.

Serta perawatan pasien di rumah sakit mencapai 10-30/100.000 penduduk per minggu, dan kasus kematian berkisar 2-5/100.000 penduduk per minggu.

Aturan PPKM level 4

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan, ada sejumlah aturan yang disesuaikan pada PPKM level 4 yang diperpanjang.

"Pemberlakuan PPKM level 4 dikaji berdasarkan 3 level utama, indikator kasus, sistem kesehatan berdasarkan bantuan WHO, dan sosial ekonomi masyarakat," kata Luhut dalam konferensi pers, Minggu (25/7/2021).

Baca juga: Evaluasi Penyebab Kasus Harian Covid-19 Menurun Selama PPKM Darurat

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tingkat Kepuasan Kinerja Jokowi Turun Berdasar Survei Indikator, Apa Penyebabnya?

Tingkat Kepuasan Kinerja Jokowi Turun Berdasar Survei Indikator, Apa Penyebabnya?

Tren
Penyelam Temukan Harta Karun 53 Koin Emas Kekaisaran Romawi Berusia 1500 Tahun

Penyelam Temukan Harta Karun 53 Koin Emas Kekaisaran Romawi Berusia 1500 Tahun

Tren
Benarkah Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi Tahap 1 PPPK Guru Diumumkan 1 Oktober?

Benarkah Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi Tahap 1 PPPK Guru Diumumkan 1 Oktober?

Tren
Mulai Oktober Tanpa Aplikasi PeduliLindungi, Apa Saja Syarat Naik Kereta Api dan Pesawat?

Mulai Oktober Tanpa Aplikasi PeduliLindungi, Apa Saja Syarat Naik Kereta Api dan Pesawat?

Tren
Penjelasan Kemenkes soal Kebijakan Tidak Diperlukannya Aplikasi PeduliLindungi untuk Naik KA dan Pesawat Mulai Oktober 2021

Penjelasan Kemenkes soal Kebijakan Tidak Diperlukannya Aplikasi PeduliLindungi untuk Naik KA dan Pesawat Mulai Oktober 2021

Tren
UPDATE Corona 28 September: Pandemi Covid-19 Kurangi Harapan Hidup Terbanyak sejak PD II

UPDATE Corona 28 September: Pandemi Covid-19 Kurangi Harapan Hidup Terbanyak sejak PD II

Tren
Hari Kereta Api Nasional 2021, Perjalanan 76 Tahun Sepur Indonesia

Hari Kereta Api Nasional 2021, Perjalanan 76 Tahun Sepur Indonesia

Tren
Bougenville, Anggrek Bulan, dan Persahabatan PK Ojong-Jakob Oetama

Bougenville, Anggrek Bulan, dan Persahabatan PK Ojong-Jakob Oetama

Tren
Mengapa Beberapa Orang Tetap Kurus meski Selalu Terlihat Makan dengan Rakus?

Mengapa Beberapa Orang Tetap Kurus meski Selalu Terlihat Makan dengan Rakus?

Tren
Syarat dan Prosedur Pendaftaran Sertifikasi Halal Gratis bagi UMK

Syarat dan Prosedur Pendaftaran Sertifikasi Halal Gratis bagi UMK

Tren
Daftar 11 Aplikasi yang Bisa Akses PeduliLindungi Mulai Oktober

Daftar 11 Aplikasi yang Bisa Akses PeduliLindungi Mulai Oktober

Tren
Tragedi Kemanusiaan 28 September

Tragedi Kemanusiaan 28 September

Tren
Pendaftaran Program Pejuang Muda Kemensos, Syarat, dan Fasilitasnya

Pendaftaran Program Pejuang Muda Kemensos, Syarat, dan Fasilitasnya

Tren
Apakah Saldo Pelatihan Kartu Prakerja Harus Dihabiskan?

Apakah Saldo Pelatihan Kartu Prakerja Harus Dihabiskan?

Tren
[POPULER TREN] Kebijakan Naik KA dan Pesawat Tanpa Aplikasi PeduliLindungi | Penerapan Kelas Standar BPJS Kesehatan Mulai 2022

[POPULER TREN] Kebijakan Naik KA dan Pesawat Tanpa Aplikasi PeduliLindungi | Penerapan Kelas Standar BPJS Kesehatan Mulai 2022

Tren
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.