Ahli Ungkap Penyebab Pasien Isolasi Mandiri Banyak yang Meninggal

Kompas.com - 25/07/2021, 10:05 WIB
Vino, bocah kelas tiga Sekolah Dasar (SD) saat sedang jalani isolasi mandiri di Kampung Linggang Purworejo, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Kamis (22/7/2021). Dok. MargonoVino, bocah kelas tiga Sekolah Dasar (SD) saat sedang jalani isolasi mandiri di Kampung Linggang Purworejo, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Kamis (22/7/2021).

 

KOMPAS.com - Dibalik fenomena banyaknya pasien Covid-19 isolasi mandiri yang meninggal dunia, kemungkinan sebagian pasien memiliki pneumonia namun tidak diperiksa oleh tim medis.

Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan data LaporCovid-19 tercatat setidaknya ada 712 pasien isoman yang meninggal dunia di seluruh Indonesia.

Pendataan dilakukan sejak awal Juni, tetapi penambahan korban mayoritas terjadi pada bulan Juli.

Pasien isolasi mandiri paling banyak meninggal di Jawa Barat, yaitu 248 orang, Daerah Istimewa Yogyakarta 134 orang, Jawa Tengah 114 orang, Jawa Timur 72 orang, Banten 68 orang, dan DKI Jakarta 53 orang, sisanya di luar Jawa.

OTG padahal bukan

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menyebutkan kemungkinan ini terjadi karaena rumah sakit yang sedang penuh oleh pasien dengan gejala berat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 6.478 Warga Jakpus Jalani Isolasi Mandiri, Dipantau Berkala oleh Puskesmas dan Satgas

Kondisi pasien isoman yang mengalami pemburukan tentu akan mempercepat risiko kematian.

"Ternyata cukup lumayan (banyak) orang yang OTG atau gejala ringan itu kalau dirontgen ditemukan ada pneumonia. Harusnya OTG dan gejala ringan yang rontgennya ada pneumonia itu dirawat inap," jelas Zubairi.

"Kalau RS penuh ya harusnya dirawat di Wisma Atlet. Kalau semuanya penuh, ya minta berobat di IGD Covid-19, minta obatnya, kemudian diobati di rumah, namun dimonitor dengan IGD rumah sakit tersebut," ungkapnya.

Menurutnya, hal yang menjadi masalah adalah tak sedikit orang yang terkonfirmasi Covid-19 dari hasil tes PCR merasa baik-baik saja.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benarkah Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi Tahap 1 PPPK Guru Diumumkan 1 Oktober?

Benarkah Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi Tahap 1 PPPK Guru Diumumkan 1 Oktober?

Tren
Mulai Oktober Tanpa Aplikasi PeduliLindungi, Apa Saja Syarat Naik Kereta Api dan Pesawat?

Mulai Oktober Tanpa Aplikasi PeduliLindungi, Apa Saja Syarat Naik Kereta Api dan Pesawat?

Tren
Penjelasan Kemenkes soal Kebijakan Tidak Diperlukannya Aplikasi PeduliLindungi untuk Naik KA dan Pesawat Mulai Oktober 2021

Penjelasan Kemenkes soal Kebijakan Tidak Diperlukannya Aplikasi PeduliLindungi untuk Naik KA dan Pesawat Mulai Oktober 2021

Tren
UPDATE Corona 28 September: Pandemi Covid-19 Kurangi Harapan Hidup Terbanyak sejak PD II

UPDATE Corona 28 September: Pandemi Covid-19 Kurangi Harapan Hidup Terbanyak sejak PD II

Tren
Hari Kereta Api Nasional 2021, Perjalanan 76 Tahun Sepur Indonesia

Hari Kereta Api Nasional 2021, Perjalanan 76 Tahun Sepur Indonesia

Tren
Bougenville, Anggrek Bulan, dan Persahabatan PK Ojong-Jakob Oetama

Bougenville, Anggrek Bulan, dan Persahabatan PK Ojong-Jakob Oetama

Tren
Mengapa Beberapa Orang Tetap Kurus meski Selalu Terlihat Makan dengan Rakus?

Mengapa Beberapa Orang Tetap Kurus meski Selalu Terlihat Makan dengan Rakus?

Tren
Syarat dan Prosedur Pendaftaran Sertifikasi Halal Gratis bagi UMK

Syarat dan Prosedur Pendaftaran Sertifikasi Halal Gratis bagi UMK

Tren
Daftar 11 Aplikasi yang Bisa Akses PeduliLindungi Mulai Oktober

Daftar 11 Aplikasi yang Bisa Akses PeduliLindungi Mulai Oktober

Tren
Tragedi Kemanusiaan 28 September

Tragedi Kemanusiaan 28 September

Tren
Pendaftaran Program Pejuang Muda Kemensos, Syarat, dan Fasilitasnya

Pendaftaran Program Pejuang Muda Kemensos, Syarat, dan Fasilitasnya

Tren
Apakah Saldo Pelatihan Kartu Prakerja Harus Dihabiskan?

Apakah Saldo Pelatihan Kartu Prakerja Harus Dihabiskan?

Tren
[POPULER TREN] Kebijakan Naik KA dan Pesawat Tanpa Aplikasi PeduliLindungi | Penerapan Kelas Standar BPJS Kesehatan Mulai 2022

[POPULER TREN] Kebijakan Naik KA dan Pesawat Tanpa Aplikasi PeduliLindungi | Penerapan Kelas Standar BPJS Kesehatan Mulai 2022

Tren
Jangan Lupa, Puncak Hujan Meteor Sextantid Bisa Disaksikan Besok Subuh

Jangan Lupa, Puncak Hujan Meteor Sextantid Bisa Disaksikan Besok Subuh

Tren
INFOGRAFIK: 8 Penyebab Sesak Napas Saat Tidur Malam

INFOGRAFIK: 8 Penyebab Sesak Napas Saat Tidur Malam

Tren
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.