Serang Penyintas Covid-19, Simak 5 Gejala Infeksi Jamur Hitam

Kompas.com - 24/07/2021, 18:45 WIB
Para pasien Covid-19 di India yang juga terinfeksi jamur hitam atau Mucormycosis, dirawat di rumah sakit NSCB, Jabalpur, India, pada 20 Mei 2021. AFP PHOTO/UMA SHANKAR MISHRAPara pasien Covid-19 di India yang juga terinfeksi jamur hitam atau Mucormycosis, dirawat di rumah sakit NSCB, Jabalpur, India, pada 20 Mei 2021.

KOMPAS.com - Setelah dilanda krisis kesehatan akibat penyebaran masif Covid-19 varian Delta, India kini harus berjuang melawan wabah jamur hitam.

Hingga saat ini, tercatat telah ada lebih dari 45.000 kasus jamur hitam di India yang telah merenggut lebih dari 4.200 nyawa.

Pemerintah India pun telah menyatakan bahwa jamur hitam sebagai epidemi pada Mei 2021.

Kini, kasus infeksi jamur hitam telah ditemukan di beberapa negara lain, seperti Uruguay, Chile, Irak, Mesir, dan Meksiko.

Berikut ini penjelasan mengenai jamur hitam yang mewabah di India, serta gejala dan cara mencegahnya.

Apa itu jamur hitam?

Sebagaimana diberitakan KOMPAS.com pada Jumat (23/7/2021), mukormikosis adalah infeksi jamur sistemik yang disebabkan oleh golongan Mucormycetes seperti Rhizopus spp, Mucor spp, Rhizomucor spp, Cunninghamella bertholletiae, Apophysomyces spp, dan Lichteimia.

Baca juga: Jamur Hitam Mengganas di India, Berbahaya bagi Penyintas Covid-19

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penyakit ini disebut sangat agresif, bahkan ahli bedah terpaksa menghilangkan mata, hidung, dan rahang pasien yang terinfeksi agar tidak menyebar ke otak.

Jamur hitam mulanya memang menginfeksi kulit di belakang dahi, hidung, tulang pipi, serta di antara mata dan gigi.

Jika memburuk, infeksinya dapat menyebar ke mata, paru-paru, bahkan otak. Hal ini menyebabkan masalah penglihatan, nyeri dada, batuk darah, dan bisa berujung kematian.

Mukormikosis biasanya terjadi melalui kontak dengan spora atau elemen jamur dari lingkungan seperti tanah, bahan organik yang membusuk misalnya daun, tumpukan kompos, atau kotoran hewan.

Ketua Pokja Bidang Mikosis Paru Pusat Mikosis Paru FKUI/RS Persahabatan, Dr Anna Rozaliyani MBiomed, SpP(K) mengatakan, mukormikosis termasuk penyakit langka.

"Beberapa kasus mukormikosis di Indonesia telah dilaporkan sebelum pandemi Covid-19. Meskipun jumlahnya tidak banyak, tetapi angka kematian dan kesakitannya tinggi," ujar dr Anna.

Baca juga: Apa Itu Jamur Hitam? Kenali Gejala, Bahaya, hingga Penanganannya

Berbahaya untuk penyintas Covid-19

Mukormikosis atau jamur hitam menginfeksi orang dengan sistem imun yang tidak baik. Oleh sebab itu, pasien atau penyintas Covid-19 yang masih menjalani terapi penyembuhan cukup berisiko terserang penyakit ini.

Pasien Covid-19 yang masih dalam proses penyembuhan cukup rentan karena sistem kekebalan tubuhnya masih rendah.

Ditambah lagi, steroid yang sering digunakan untuk mengobati Covid-19 pun semakin melemahkan sistem kekebalan tubuh pasien.

Lebih dari 84 persen pasien jamur hitam adalah penyintas Covid-19. Jamur hitam juga disebut sangat mematikan bagi pasien diabetes.

Gejala infeksi jamur hitam

Setiap orang yang terinfeksi jamur hitam dapat mengalami gejala yang berbeda, bergantung jenis mukormikosis yang menyerangnya dan bagian tubuh yang terinfeksi.

Baca juga: Fakta-fakta Infeksi Jamur Hitam yang Melanda India

Berikut ini beberapa gejala infeksi jamur hitam:

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.