Bingungologi Pagebluk Corona

Kompas.com - 24/07/2021, 13:10 WIB
Pengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Jumar (3/4/2020). Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/prasPengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Jumar (3/4/2020). Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia.

DI tengah kemelut deru campur debu berpercik keringat, air mata, dan darah akibat pagebluk Corona alih-alih mereda malah makin merajalela maka muncul sikap dan perilaku manusia saling menyalahkan.

Saling menyalahkan

Rakyat menyalahkan pemerintah tidak tegas. Pemerintah menyalahkan rakyat tidak disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Para dokter menyalahkan Kementerian Kesehatan kurang memberikan dukungan. Kemenkes menyalahkan dokter kurang gigih menunaikan tugas meski sudah banyak dokter gugur dalam pertempuran melawan Corona.

Para ekonom menyalahkan pemerintah mengutamakan kesehatan ketimbang ekonomi. Para pelayan kesehatan menyalahkan pemerintah mengutamakan ekonomi ketimbang kesehatan.

Produsen vaksin A promosi produknya terbaik sambil melecehkan produk vaksin B sementara produsen vaksin B mengklaim produk yang terbaik sambil melecehkan vaksin A dan C dan lain-lainnya.

Ada pula produk obat farmasi yang telah lolos uji-klinis BPOM bahkan juga telah empiris teruji menyelamatkan para pasien Corona dicurigai memiliki dampak samping seolah ada obat farmasi yang tidak memiliki dampak samping.

Manusia lupa kenyataan bahwa manusia mustahil sempurna termasuk dalam menghadapi pagebluk Corona.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Luhut Binsar Panjaitan meminta maaf atas ketidaksempurnaan langkah pemerintah menghadapi pagebluk Corona layak dihargai dan dihormati sebagai sikap kekesatriaan perwira mengakui bahwa tidak ada manusia di marcapada ini mampu sempurna menghadapi pagebluk Corona.

Bingungologi

Kebingungan makin menjadi-jadi terbukti pada kasus ada pasien yang sudah dua kali disuntik vaksin A namun akibat meragukan khasiatnya maka sibuk mencari vaksin B dan vaksin C untuk disuntikan ke dirinya dengan hasil dirinya tetap terpapar Corona.

Memang para ilmuwan sudah berjuang habis-habisan untuk menumpas Corona namun sayang setriliun sayang ternyata virus Corona sebagai bagian hakiki melekat pada ekosistem alam semesta juga berjuang habis-habisan untuk mempertahankan diri agar jangan sampai tertumpas oleh manusia.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.