Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Fungsi Batu atau Kerikil Pada Pot Tanaman Hias? Ini Penjelasannya

Kompas.com - 18/07/2021, 16:30 WIB
Maya Citra Rosa

Penulis

KOMPAS.com - Tanaman hias akan semakin menarik saat dirawat di dalam pot.

Sejumlah manfaat tanaman di dalam pot mulai dari menghemat tempat hingga membantu para pemula untuk merawat tanaman di luar atau di dalam ruangan.

Di dalam pot tanaman, campuran tanah seperti lumut, vermikulit, perlit atau batu kerikil sangat dianjurkan untuk diletakkan di dalam pot.

Lalu apa fungsi dari batu dan kerikil yang diletakkan di dalam pot tanaman hias?

Berikut ini penjelasan fungsi batu atau kerikil pada tanaman yang dikutip dari Kompas.com:

1. Menambah keindahan tanaman

Batu atau kerikil, kulit kayu, dan pasir dapat menambah keindahan tanaman.

"Batu sangat bagus bila digunakan sebagai aksen dekoratif di bagian atas tanah dalam pot taman," kata Stephanie Rose, seorang penulis, ahli kebun, perancang permakultur, ahli herbal, dan pendiri Garden Therapy.

Baca juga: 7 Tanaman Hias Berdaun Putih untuk Mempercantik Ruangan

Tidak hanya itu, batu atau kerikil juga dapat menciptakan hasil akhir yang bersih dan segar untuk pot tanaman.

“Batu apa saja bisa digunakan asalkan dicuci bersih dan bebas dari penyakit atau hama yang bisa menular ke tanaman,” tambah Rose.

Untuk menghilangkan hama atau penyakit, batu yang lebih besar dapat disemprotkan di kebun, sementara batu kecil dapat dicuci di ember atau wastafel dengan sabun cuci piring yang mudah terurai.

2. Mencegah lalat hinggap

Rose merekomendasikan agar menggunakan batu untuk mengendalikan atau mengusir lalat yang terus hinggap.

"Taburkan tanah dengan campuran pasir halus dan batu hias untuk mencegah agas jamur (yang menyerupai lalat buah kecil) bertelur di tanah," kata Rose.

Sedangkan untuk tanaman pot yang berada di luar ruangan, batau dapat bermanfaat sebagai mulsa penarik panas di bagian atass tanah.

Baca juga: Simak, Ini Fungsi Batu dan Kerikil di Dalam Pot Tanaman Hias

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Berapa Gaji Komite BP Tapera? Ada Menteri Basuki dan Sri Mulyani

Berapa Gaji Komite BP Tapera? Ada Menteri Basuki dan Sri Mulyani

Tren
Daftar Orang Terkaya Indonesia Versi Forbes dan Bloomberg Akhir Mei 2024

Daftar Orang Terkaya Indonesia Versi Forbes dan Bloomberg Akhir Mei 2024

Tren
Cara Download Aplikasi JMO (Jamsostek Mobile), Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan Jadi Lebih Mudah

Cara Download Aplikasi JMO (Jamsostek Mobile), Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan Jadi Lebih Mudah

Tren
Syarat Kredit Rumah Pakai Tapera dan Kelompok Prioritas Penerimanya

Syarat Kredit Rumah Pakai Tapera dan Kelompok Prioritas Penerimanya

Tren
Biar Ibadah Haji Lancar, Ini 4 Hal yang Wajib Dipersiapkan Jemaah

Biar Ibadah Haji Lancar, Ini 4 Hal yang Wajib Dipersiapkan Jemaah

BrandzView
Israel Klaim Kuasai Koridor Philadelphia, Berisi Terowongan untuk Memasok Senjata ke Hamas

Israel Klaim Kuasai Koridor Philadelphia, Berisi Terowongan untuk Memasok Senjata ke Hamas

Tren
KCIC Luncurkan Frequent Whoosher Card untuk Penumpang Kereta Cepat, Tiket Bisa Lebih Murah

KCIC Luncurkan Frequent Whoosher Card untuk Penumpang Kereta Cepat, Tiket Bisa Lebih Murah

Tren
Intip Kehidupan Mahasiswa Indonesia di UIM Madinah, Beasiswa '1.000 Persen' dan Umrah Tiap Saat

Intip Kehidupan Mahasiswa Indonesia di UIM Madinah, Beasiswa "1.000 Persen" dan Umrah Tiap Saat

Tren
Mengenal Penyakit Multiple Sclerosis, Berikut Gejala dan Penyebabnya

Mengenal Penyakit Multiple Sclerosis, Berikut Gejala dan Penyebabnya

Tren
Kenali Perbedaan SIM C, SIM C1, dan SIM C2

Kenali Perbedaan SIM C, SIM C1, dan SIM C2

Tren
Apakah Dana Tapera Bisa Dicairkan? Ini Mekanisme dan Syaratnya

Apakah Dana Tapera Bisa Dicairkan? Ini Mekanisme dan Syaratnya

Tren
SYL Beri Nayunda Nabila Kalung Emas dan Tas Mewah Pakai Uang Kementan

SYL Beri Nayunda Nabila Kalung Emas dan Tas Mewah Pakai Uang Kementan

Tren
Mahasiswa UM Palembang Diduga Plagiat Skripsi Lulusan Unsri, Kok Bisa?

Mahasiswa UM Palembang Diduga Plagiat Skripsi Lulusan Unsri, Kok Bisa?

Tren
Kerugian Negara akibat Korupsi Timah Capai Rp 300 T, Ini Rinciannya

Kerugian Negara akibat Korupsi Timah Capai Rp 300 T, Ini Rinciannya

Tren
10 Jenis Penyakit Autoimun Paling Umum, Salah Satunya Diabetes Tipe 1

10 Jenis Penyakit Autoimun Paling Umum, Salah Satunya Diabetes Tipe 1

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com