Sudah Vaksin Covid-19? Ini Daftar Negara Eropa yang Bisa Dikunjungi

Kompas.com - 18/07/2021, 08:00 WIB
Duomo cathedral, Milan, Italia ShutterstockDuomo cathedral, Milan, Italia

KOMPAS.com - Uni Eropa mulai memberlakukan “Sertifikat Digital Covid” tanggal 1 Juli 2021 untuk memfasilitasi perjalanan ke Eropa bagi para wisatawan yang sudah menjalani vaksinasi. Seiring turunnya jumlah infeksi virus corona di sebagian besar Eropa, banyak negara mencabut penguncian dan melonggarkan persyaratan perjalanan dan masuk.

Para pelancong diminta mengunduh aplikasi smartphone “Reopen EU” untuk mendapatkan informasi terkini saat bepergian. Di antaranya informasi terperinci mengenai aturan karantina, persyaratan pengujian, dan lainnya di 27 negara anggota UE — bersama dengan negara-negara Schengen non-UE Swiss, Liechtenstein, Norwegia, dan Islandia.

Namun pada kenyataannya, negara-negara anggota masih menerapkan kebijakan pembatasan yang berbeda-beda. Setiap negara anggota memiliki aturannya sendiri untuk memberikan izin masuk bagi wisatawan negara ketiga yang sudah berada dalam zona UE atau Schengen.

Sayangnya, Indonesia belum masuk dalam daftar negara ketiga yang mendapat pencabutan status pembatasan penerbangan wisata. Dari Asia Tenggara, baru wisatawan dari Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand saja yang diizinkan.

Baca juga: 4 Negara Larang Masuk Penerbangan dari Indonesia, Singapura Perketat Izin Masuk

Sebagian negara anggota mungkin memerlukan tes COVID negatif pada saat kedatangan, atau mengamanatkan periode karantina setelah masuk. Selain itu, negara-negara Uni Eropa telah menerapkan berbagai aturan jarak sosial, jam malam, dan aturan mengenakan masker.

Berikut rincian beberapa aturan yang berlaku untuk para pelancong yang divaksinasi di beberapa negara Uni Eropa:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jerman

Sebelum menaiki penerbangan ke Jerman, semua pelancong harus menunjukkan hasil tes negatif, bukti vaksinasi, atau dokumentasi yang membuktikan telah pulih dari COVID-19. Sebelum berangkat, setiap orang harus mendaftar secara digital.

Mereka yang datang dari “area berisiko”, “daerah dengan insiden tinggi”, dan “wilayah yang ditandai dengan varian virus” harus memenuhi kriteria tambahan.

Jerman mengklasifikasikan wilayah seperti Irlandia, Swedia, Spanyol dan beberapa wilayah non-UE sebagai “area berisiko”. Kedatangan dari “area berisiko” harus dikarantina selama 10 hari, tetapi dapat berhenti mengasingkan diri jika hasil tes negatif.

Jerman mengklasifikasikan India, Iran, Rusia dan Kolombia antara lain sebagai “daerah dengan insiden tinggi”. Seseorang dari daerah dengan insiden tinggi juga harus dikarantina selama 10 hari, tetapi dapat berhenti mengisolasi jika mereka dapat menghasilkan hasil tes negatif lima hari setelah kedatangan.

Baca juga: Apa itu Paspor Vaksin Uni Eropa? Ini Penjelasannya

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.