Mengenal Vaksin Pfizer, dari Kemanjuran Melawan Covid-19 hingga Efek Sampingnya

Kompas.com - 16/07/2021, 14:30 WIB
Ilustrasi vaksin Pfizer Shutterstock/Seda YalovaIlustrasi vaksin Pfizer

KOMPAS.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menjalin kerja sama dengan PT Pfizer Indonesia dan BioNTech SE untuk menyediakan 50 juta dosis vaksin Covid-19 (BNT 162b2).

Perjanjian penyediaan vaksin tersebut merupakan bagian dari komitmen global Pfizer/BioNTech guna membantu mengatasi pandemi Covid-19.

Rencananya vaksin Pfizer yang akan datang tersebut merupakan vaksin yang akan digunakan dalam program vaksinasi pemerintah.

"Pfizer nantinya digunakan dalam program vaksinasi pemerintah," ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi. 

Setelah mendapatkan emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) vaksin juga akan melalui prosses quality control dari BioFarma dan BPOM sebelum digunakan.

 Baca juga: Indonesia Bakal Terima 50 Juta Dosis Vaksin Pfizer, Ditujukan untuk Siapa?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut ini sejumlah hal yang perlu diketahui seputar vaksin Pfizer

1. Berbasis mRNA

Vaksin Pfizer yang diproduksi oleh Pfizer dan BioNTech dibuat dengan menggunakan platform messenger RNA (mRNA).

Platform ini adalah pengembangan metode baru. Metode ini berbeda dengan vaksin umumnya seperti vaksin Sinovac yang dikembangkan dari virus yang dilemahkan yang disebut inactivated viruses.

Dikutip dari Kompas.com, Jumat (16/7/2021) vaksin Pfizer akan bekerja dengan mengajari sel tubuh cara membuat protein yang bisa memicu respons imun di dalam tubuh.

Respons imun inilah yang akan menghasilkan antibodi yang akan melindungi dari infeksi saat virus corona memasuki tubuh.

2. Tidak akan mempengaruhi DNA

Meskipun vaksin Pfizer dikembangkan melalui teknologi genetik, namun vaksin berbasis mRNA tak akan mempengaruhi atau berinteraksi dengan DNA manusia dengan cara apapun.

Adapun teknologi vaksin mRNA di masa depan nantinya akan memungkinkan satu vaksin memberikan perlindungan pada beberapa penyakit sehingga mengurangi jumlah suntikan yang diperlukan untuk perlindungan terhadap penyakit umum yang bisa dicegah dengan vaksin.

Bahkan vaksin dari Pfizer maupun Moderna yang menggunakan metode mRNA saat ini disebut-sebut sebagai salah satu vaksin virus corona yang kuat di dunia.

Baca juga: 5 Fakta Vaksin Moderna, dari Keampuhan hingga Efek Sampingnya

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.