Kompas.com - 15/07/2021, 20:46 WIB
Suasana razia masker yang dilakukan Satpol Kabupaten Badung di Badung, Bali. Satpol PP Kabupaten BadungSuasana razia masker yang dilakukan Satpol Kabupaten Badung di Badung, Bali.

KOMPAS.com - Di media sosial Facebook ramai dibicarakan tentang razia masker dengan denda Rp 250.000 bagi yang melanggar.

Informasi yang beredar berupa poster bertuliskan sebagai berikut:

"PENGUMUMAN
DARI DITLANTAS POLDA BESOK ADA RAZIA MASKER SERENTAK DI SELURUH INDONESIA, BAIK YANG DIKANTOR, TOKO, BENGKEL, MOBIL/MOTOR/LAS DAN WARUNG-WARUNG WATEG SEMUA.
AKAN MELIBATKAN LANGSUNG TURUN LAPANGAN DARI SEMUA LINTAS SEKTOR DARI KEJAKSAAN, POLISI, POM, DLL.
DAN KALAU ADA YANG TIDAK PAKAI MASKER LANGSUNG DI SINTAK BAYAR DITEMPAT RP. 250.000,- TOLONG DI INFOKAN KE KELUARGA, TETANGGA, DAN TEMAN SEMUA, JANGAN SAMPAI KENA DENDA.
DEMIKIAN ATAS PERHATIANNYA DISAMPAIKAN TERIMA KASIH."

Baca juga: Penambahan Kasus Covid-19 di Indonesia Peringkat 1 di Dunia, Disorot Media Asing

Salah satu yang menyebarkan informasi tersebut adalah akun Facebook Andes Kobar.

Pada Rabu, (14/7/2021), dia membagikan foto tersebut beserta narasi sebagai berikut:

"Besok pagi wajib pakai masker klo tidak kena denda 250 000 razia seluruh Indonesia."

Akan tetapi tidak dijelaskan di foto tersebut kapan razia masker dilaksanakan dan Ditlantas Polda mana yang jadi sumber informasi.

Baca juga: Ramai soal Lonjakan Kasus Covid-19 Disebut karena Vaksinasi, Ini Penjelasan Kemenkes

Bagaimana faktanya?

Kompas.com menghubungi Kepala Korlantas Polri Irjen (Pol) Istiono untuk memastikan informasi tersebut.

Pihaknya menyatakan bahwa informasi itu adalah hoaks atau tidak benar.

"Iya (hoaks)," tuturnya pada Kompas.com, Kamis (15/7/2021).

Baca juga: [HOAKS] Pemerintah Resmi Izinkan Shalat Idul Adha 1442 H Berjemaah di Wilayah PPKM Darurat

Dia menjelaskan pihaknya justru membagi-bagikan masker, dan tidak memberi denda dengan nominal tersebut.

"Kita bagi masker," katanya lagi.

Selain itu, pihaknya menjelaskan sanksi tidak memakai masker ditetapkan oleh peraturan masing-masing daerah.

Terkait pengetatan, sebelumnya pihaknya menyampaikan akan ada pengetatan di 1.065 titik untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat jelang libur Idul Adha.

"Untuk penyekatan PPKM Darurat di persiapan Idul Adha, pada kesempatan kali ini saya sampaikan nanti kita akan membangun 1.065 penyekatan di wilayah Lampung, Jawa, dan Bali," kata Istiono dalam konfernesi pers virtual bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Rabu (14/7/2021).

Baca juga: Belum Dapat SMS? Ini Cara Unduh dan Cetak Sertifikat Vaksin Covid-19

Persyaratan perjalanan

Ketentuan yang digunakan adalah SE Satgas Nomor 14 dan SE Menhub Nomor 49 terkait Persyaratan Perjalanan.

Di SE tersebut, pelaku perjalanan dengan transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi wajib menunjukkan kartu vaksin pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan, atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan, sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan.

Sementara itu terkait masker yang diatur adalah:

  • penggunaan masker wajib dilakukan dengan benar menutupi hidung dan mulut
  • jenis masker yang digunakan oleh pelaku perjalanan adalah masker kain 3 lapis atau masker medis

"Sementara itu tidak ada sanksi berupa denda Rp 250.000 di SE tersebut," imbuhnya.

Baca juga: Varian Delta Dapat Menular Hanya Berpapasan 5-10 Detik, Apakah 3M Masih Cukup?

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Aturan Perjalanan Darat Selama PPKM Darurat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Panduan Mengisi Daftar Riwayat Hidup Peserta Lolos PPPK Guru Tahap II

Panduan Mengisi Daftar Riwayat Hidup Peserta Lolos PPPK Guru Tahap II

Tren
Heboh Video di Tiktok - Tiket Bioskop Cuma Rp 5.000, Berikut Cara Mendapatkanya

Heboh Video di Tiktok - Tiket Bioskop Cuma Rp 5.000, Berikut Cara Mendapatkanya

BrandzView
Secangkir Kopi Disebut Pula dengan Istilah a Cup of Joe, Bagaimana Awal Mulanya?

Secangkir Kopi Disebut Pula dengan Istilah a Cup of Joe, Bagaimana Awal Mulanya?

Tren
Apa Perbedaan Hama dan Penyakit pada Tanaman?

Apa Perbedaan Hama dan Penyakit pada Tanaman?

Tren
Mengenal Apa Itu Nebula, Tempat Lahirnya Bintang di Luar Angkasa

Mengenal Apa Itu Nebula, Tempat Lahirnya Bintang di Luar Angkasa

Tren
Sederet Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK pada Awal 2022, Terbaru Bupati Langkat

Sederet Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK pada Awal 2022, Terbaru Bupati Langkat

Tren
Penjelasan Polres Bone soal Pengendara Motor yang Berpura-pura Garap Sawah Saat Bertemu Polantas

Penjelasan Polres Bone soal Pengendara Motor yang Berpura-pura Garap Sawah Saat Bertemu Polantas

Tren
Tenaga Honorer Dihapus di 2023, Bagaimana Nasib Pegawainya?

Tenaga Honorer Dihapus di 2023, Bagaimana Nasib Pegawainya?

Tren
Viral, Video Pemain Keyboard Orkes Dangdut Tertimpa Sound System di Kepalanya, Ini Kejadiannya

Viral, Video Pemain Keyboard Orkes Dangdut Tertimpa Sound System di Kepalanya, Ini Kejadiannya

Tren
Tak Cuma Indomaret, Berikut Tempat Beli Minyak Goreng Rp 14.000

Tak Cuma Indomaret, Berikut Tempat Beli Minyak Goreng Rp 14.000

Tren
Bisa Berbahasa Sunda 'Is My Dream, Not Her, My Dream', Mas Arteria Dahlan

Bisa Berbahasa Sunda "Is My Dream, Not Her, My Dream", Mas Arteria Dahlan

Tren
Beredar SMS Hadiah Dana Bantuan Vaksinasi Rp 30 Juta, Kemenkes: Tidak Benar!

Beredar SMS Hadiah Dana Bantuan Vaksinasi Rp 30 Juta, Kemenkes: Tidak Benar!

Tren
Sering Berbohong untuk Alasan Tak Penting? Begini Penjelasan Psikolog

Sering Berbohong untuk Alasan Tak Penting? Begini Penjelasan Psikolog

Tren
Mengenal Tawon Vespa, yang Disebut Menyengat Sopir di Kalteng hingga Meninggal

Mengenal Tawon Vespa, yang Disebut Menyengat Sopir di Kalteng hingga Meninggal

Tren
Hati-hati Investasi Bodong, Ini Cara Cek Perusahaan Investasi via OJK

Hati-hati Investasi Bodong, Ini Cara Cek Perusahaan Investasi via OJK

Tren
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.