Studi: Vaksin Sputnik V Rusia Ampuh Lawan Corona Varian Delta

Kompas.com - 13/07/2021, 20:30 WIB
Ilustrasi vaksin corona. Vaksin virus corona yang dikembangkan Rusia, Sputnik V diragukan ilmuwan Barat, terkait data keamanan vaksin yang dikembangkan untuk mencegah Covid-19. SHUTTERSTOCK/Orpheus FXIlustrasi vaksin corona. Vaksin virus corona yang dikembangkan Rusia, Sputnik V diragukan ilmuwan Barat, terkait data keamanan vaksin yang dikembangkan untuk mencegah Covid-19.

KOMPAS.com - Sebuah penelitian terbaru menunjukkan vaksin Sputnik V Rusia efektif terhadap seluruh varian baru virus corona, termasuk varian Delta.

Studi tersebut dilakukan oleh Pusat Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Nasional Gamaleya dan Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF).

Melansir NDTV, perusahaan menjelaskan bahwa vaksinasi Sputnik V telah menghasilkan titer penetral perlindungan terhadap beberapa varian baru, seperti:

  • Varian Alpha B.1.1.7 (pertama kali teridentifikasi di Inggris)
  • Varian Beta B.1.351 (pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan)
  • Varian Gamma P.1 (pertama kali teridentifikasi di Brasil)
  • VarianDelta B.1.617.2 dan B.1.617.3 (pertama kali teridentifikasi di India)
  • Varian endemik Moskow B.1.1.141 dan B.1.1317 dengan mutasi pada reseptor binding domain (RBD)

Baca juga: Studi Ungkap 5 Gejala Teratas Virus Corona

Metodologi yang digunakan didasarkan pada penilaian aktivitas penetral virus (VNA) menggunakan virus hidup, mempelajari respons imun atau VNA yang didorong oleh vaksin Sputnik V.

Kemudian, para peneliti membandingkan respons imun yang diinduksi oleh Sputnik V terhadap varian baru, dengan respons yang dihasilkannya terhadap varian B.1.1.1 atau (C.37 atau Lambda).

“Ini membandingkan aktivitas penetralan serum yang diinduksi Sputnik V dengan varian yang relevan secara internasional dengan penetralisir,” kata perusahaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun serum darah diperoleh dari individu yang telah mendapatkan vaksinasi dua dosis Sputnik V.

Metodologi penelitian diterbitkan dalam jurnal internasional pada 12 Juli 2021.

Baca juga: 5 Fakta Vaksin Moderna, dari Keampuhan hingga Efek Sampingnya

Efektif lawan varian baru

Dituliskan Indiatoday.in, Sputnik V memelopori pendekatan vaksin dengan dua suntikan.

"Tes yang dilakukan telah menunjukkan validitas pendekatan ini sebagai aktivitas penetral virus terhadap strain baru, yang lebih berbahaya dan menular,” ujar CEO RDIF Kirill Dmitriev.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.