Kompas.com - 11/07/2021, 19:32 WIB
Ilustrasi masker KN95 SHUTTERSTOCK/Boumen JapetIlustrasi masker KN95

KOMPAS.com - Ditengah pandemi Covid-19 saat ini, sejumlah teknologi berkembang untuk membantu pencegahan penyebaran virus.

Teknologi yang dimanfaatkan misalnya aplikasi pelacakan Covid-19 hingga diciptakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi pergerakan penyebaran virus corona.

Kali ini mengutip Kompas.com, para peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Harvard berhasil menciptakan teknologi biosensor berupa perangkat wearable yang dipasang ke bagian dalam masker KN95.

Keunikan masker dengan biosensor tersebut adalah dapat mendeteksi virus SARS CoV-2 hanya melalui napas orang yang menggunakannya.

Bahkan teknologi ini juga dapat digunakan para ilmuan, dokter dan perawat yang bekerja dengan potensi penularan Covid-19 yang besar.

Baca juga: Masker Canggih Ini Bisa Deteksi Covid-19 Lewat Napas

"Teknologi ini dapat dimasukkan ke dalam jas lab untuk ilmuwan yang bekerja dengan patogen berbahaya, baju scrub untuk dokter dan perawat, dan lainnya," kata Nina Donghia, salah satu peneliti yang terlibat menciptakan teknologi masker biosensor tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasil penelitian yang dipublikasikan melalui laman Nature Biotechnology, masker KN95 yang ditambahkan biosensor dapat mendeteksi virus hanya dalam kurung 90 menit setelah sensor diaktifkan.

Jika dibandingkan dengan tes swab atau PCR, tingkat akurasi biosensor tersebut diklaim sebanding atau akurat.

Cara Penggunaan Masker KN95 Biosensor

Penggunaan masker ini untuk dapat mendeteksi virus dengan teknik yang melibatkan esktraksi dan pengeringan beku (freeze-dried) mesin molekuler, serta membuat sel membaca dan menulis materi genetik.

Masker yang disertai biosensor ini dapat diaktifkan dengan tombol serta aplikasi seluler yang akan menunjukkan hasil deteksi.

Baca juga: Bio Saliva Diklaim Bisa Deteksi 10 Varian Mutasi Covid-19

Ketika tombol sensor ditekan, biosensor akan mendeteksi adanya percikan air yang masuk ke dalam sensor, misalnya droplet (cairan air liur yang dileuarkan melalui hidung atau mulut saat bicara, batuk atau bersin).

Jika terdapat virus yang terdeteksi, sensor mengirimkan sinyal digital melalui aplikasi seluler.

Mendeteksi Virus SARS CoV2, bakteri hingga racun

Tidak hanya mendeteksi adanya virus corona Covid-19, masker KN95 yang dilengkapi biosensor ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi bakteri, racun atau bahan kimia dan lainnya.

Namun sementara ini, teknologi biosensor belum dapat dipublikasikan untuk umum. Hal ini karena peneliti masih mencari mitra untuk memproduksi masker tersebut.

Setelah adanya mitra yang akan membuat masker biosensor tersebut nantinya dapat diproduksi secara massal.

Masker KN95

Perlu diketahui, masker KN95 adalah masker yang diklaim 95 persen dapat menyaring partikel aerosol.

Masker ini berbentuk berbentuk seperti tenda yang memiliki sedikit kantong udara antara masker dan hidung.

Baca juga: Ramai soal Masker KN95 Bisa Dipakai Berulang-ulang, Ini Kata Dokter

Kendali demikian, masker KN95 lebih nyaman untuk bernapas dan tidak menyesakkan.

Masyarakat umum dapat menggunakannya saat di lingkungan dengan risiko penularan rendah hingga sedang.

Daya protektif dan praktis masker KN95 juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan masker bedah biasa atau masker dengan tiga lapisan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.