Kompas.com - 11/07/2021, 16:02 WIB
Ilustrasi daging kurban, pengemasan daging kurban, bungkus daging kurban ShutterstockIlustrasi daging kurban, pengemasan daging kurban, bungkus daging kurban

KOMPAS.com - Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah jatuh pada tanggal 20 Juli 2021. Tentu salah satu momen yang paling dinantikan saat lebaran haji itu adalah penyembelihan hewan kurban.

Masyarakat akan menerima daging kurban yang dibagikan dari petugas atau takmir masjid yang mengadakan penyembelihan hewan kurban.

Tak sedikit orang atau keluarga yang menerima daging dari beberapa pihak, sehingga stok daging yang dimilikinya cukup banyak dan bisa diolah untuk beberapa hari selanjutnya.

Sayangnya, tidak semua orang tahu cara menyimpan daging kurban yang benar agar tahan lama. Padahal, teknik penyimpanan daging sangat diperlukan agar daging tetap segar meski disimpan selama beberapa hari bahkan bulan.

Direktur Halal Research Centre Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Nanung Danar Dono, memberi tips mengelola dan mengolah daging kurban agar tidak rusak.

Baca juga: Simak, Ini Cara Menyimpan Daging Kurban agar Tetap Berkualitas

Menurut Nanung, daging bisa disimpan dalam waktu yang lama dan kualitasnya tetap terjaga bila dibekukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"(Daging bisa disimpan) satu tahun lebih jika beku sempurna," kata Nanung, sebagaimana diberitakan KOMPAS.com pada Jumat (31/7/2021).

Berikut ini cara menyimpan daging kurban yang benar agar tahan lama:

1. Bersihkan tangan

Cara pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan tangan sebelum memegang daging kurban.

Cuci tangan hingga bersih sebelum memegang daging segar, karena menyentuh daging dengan tangan yang kotor akan membuat kuman dan aneka mikroba penyebab penyakit berpindah dan tumbuh di daging.

Baca juga: Simak Manfaat dan Risiko Diet Karnivora, Cocok bagi Penyuka daging

2. Menjauh saat batuk dan bersin

Selain mencuci tangan, pastikan juga untuk menjauh dari daging saat hendak batuk atau bersin.

Alasannya sama, batuk atau bersin dapat memicu pertumbuhan patogen pada daging kurban yang dapat membuat kualitasnya cepat menurun.

3. Letakkan di tempat yang bersih

Jangan pernah meletakkan daging kurban.di tempat yang kotor. Daging sangat mudah terkontaminasi, jadi pastikan untuk meletakkan daging di tempat yang bersih.

4. Segera masak atau simpan

Segera lakukan pengolahan atau penyimpanan setelah daging dipisahkan dari tubuh hewan. Jangan dibiarkan terlalu lama.

Jika daging yang diterima dalam kondisi tidak bersih, segera cuci kemudian segera lakukan pengolahan.

Baca juga: Jangan Asal Konsumsi, Cermati Ciri Daging Ayam yang Sudah Tak Layak Makan

5. Menyimpan daging tanpa dicuci

Daging dapat disimpan tanpa dicuci terlebih dahulu asalkan sudah bisa dipastikan daging kurban yang diterima dalam kondisi bersih.

Dalam kondisi bersih, daging bisa langsung disimpan di dalam kulkas. Pencucian boleh dilakukan sesaat sebelum daging akan dimasak.

6. Potong daging menjadi ukuran kecil

Jika ingin menyimpan daging di dalam kulkas, pastikan untuk memotongnya menjadi potongan-potongan kecil terlebih dahulu.

Potongan daging kurban itu kemudian dimasukkan ke dalam plastik bening berukuran 0,5 atau 1 kg, kemudian simpan di dalam kontainer plastik ukuran sedang, barulah bisa diletakkan di dalam kulkas.

7. Hilangkan udara dalam plastik

Sebelum memasukkan daging ke dalam kulkas, pastikan hanya ada sedikit udara yang ada dalam plastik. Udara bisa membuat mikroba pembusuk tetap hidup pada daging.

Baca juga: Jangan Mengonsumsi Daging Ayam Setiap Hari, Ini Bahayanya

Cara mengurangi udara dalam plastik daging bisa dilakukan dengan menggunakan vacuum. Jika tidak ada, cukup masukkan daging ke dalam plastik, kemudian turunkan pelan-pelan plastik daging ke dalam baskom berisi air bersih.

Permukaan air akan mendorong keluar udara dalam plastik daging kurban. Setelah udara habis, segera ikat plastik daging sebelum udara masuk kembali.

8. Jangan langsung simpan di freezer

Jangan langsung menyimpan daging kurban di freezer karena bisa menyebabkan mengkeret akibat beku mendadak. Dengan begitu, kualitas daging pun akan menurun.

Oleh sebab itu, simpan daging kurban di dalam kulkas selama 10-20 jam sebelum dipindahkan ke dalam freezer.

9. Pengolahan daging beku

Sebelum dimasak, jangan gunakan air panas untuk mengempukkan kembali daging kurban yang telah dibekukan.

Baca juga: Cara Praktis Mengurangi Kadar Lemak Daging Giling

Air panas memang dapat dengan cepat mengempukkan daging beku, namun cara ini bisa merusak nutrien daging, terutama protein.

10. Pengempukan daging

Lalu bagaimana cara mengempukkan daging kurban beku? Ada dua cara yang disarankan, yakni cara cepat dan cara lambat.

Cara cepat

Letakkan plastik daging kurban yang masih tertutup rapat di dalam ember kosong. Letakkan ember itu di bawah air kran yang mengalir hingga merendam plastik daging beku itu.

Setelah daging kembali empuk, buka plastik kemudian bilas daging hingga bersih. Setelah ditiriskan, daging kurban pun siap untuk dimasak.

Baca juga: Tanpa Sembelih Hewan, Perusahaan Ini Buat Daging Ayam di Laboratorium

Cara lambat

Sementara itu, cara lambat mengempukkan daging kurban beku adalah dengan memindahkannya terlebih dahulu dari freezer ke kulkas.

Diamkan daging di dalam kulkas selama 12 jam. Setelah empuk kembali, segera olah atau masak daging. Jeda waktu yang terlalu lama antara proses pengempukan dan pengolahan akan membuat mikroba pembusuk kembali tumbuh dan merusak kualitas daging kurban.

Sumber: KOMPAS.com (Mela Arnani/Rizal Setyo Nugroho)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.