Balikpapan dan Dua Daerah di Kaltim Siap Terapkan PPKM Darurat

Kompas.com - 10/07/2021, 19:25 WIB
Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari bersama anggota TNI dan Satpol PP saat penutupan akses jalan wilayah perbatasan Kota dan Kabupaten Tegal, Rabu (7/7/2021) dini hari. PPKM artinya adalah pembatasan aktivitas masyarakat untuk mengurangi penyebaran pandemi Covid-19. PPKM adalah pengganti dari PSBB. (Dok. Polres Tegal Kota) Kompas.com/Tresno SetiadiKapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari bersama anggota TNI dan Satpol PP saat penutupan akses jalan wilayah perbatasan Kota dan Kabupaten Tegal, Rabu (7/7/2021) dini hari. PPKM artinya adalah pembatasan aktivitas masyarakat untuk mengurangi penyebaran pandemi Covid-19. PPKM adalah pengganti dari PSBB. (Dok. Polres Tegal Kota)

KOMPAS.com - Sebanyak 15 kabupaten/kota luar pulau Jawa dan Bali bersiap mulai menjalankan aturan tersebut mulai 12-20 Juli 2021.

Daerah dengan jumlah kasus harian yang terus meningkat akan menjadi prioritas untuk menjalankan PPKM Darurat.

"Pengaturan pembatasan kegiatan tersebut ini mengikuti PPKM Darurat yang ada di Jawa Bali," kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dikutip dari Kompas.com, Jumat (9/7/2021).

Beberapa daerah sudah bersiap untuk melaksanakan PPKM darurat tersebut.

Tiga kabupaten dan kota di Kalimantan Timur yaitu Kota Balikpapan, Kota Bontang dan Kabupaten Berau juga bersiap menaikkan statusnya dari PPKM mikro menjadi PPKM darurat.

Gubernur Kaltim Isran Noor mengaku siap melaksanakan instruksi Menko tersebut.

"Kami siap laksanakan instruksi pusat Pak Menko," kata Isran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Akibat Varian Delta, 5 Provinsi di Sumatera dan 2 Provinsi di Kalimantan Diprediksi Alami Lonjakan Kasus Covid-19

Pembatasan ketat akan dilakukan di tiga daerah mulai dari Work form home (WFH) bagi 100 persen pegawai.

Menutup sementara pusat perbelanjaan, taman rekreasi, tempat wisata, sekolah, kegiatan seni, tempat ibadah dan lain sebagainya.

Hanya sektor esensial dan kritikal seperti teknologi informasi, perbankan, bahan makanan dan minuman, energi dan lainnya yang diperbolehkan beroperasi dengan 75 persen WFH dan 25 Work from office (WFO).

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.