Simak Fakta Susu Meningkatkan Imunitas, Ini Penjelasan Ahli Gizi

Kompas.com - 10/07/2021, 09:02 WIB
Tangkapan layar video saat sejumlah pembeli berebut tumpukan susu beruang di supermarket. screenshootTangkapan layar video saat sejumlah pembeli berebut tumpukan susu beruang di supermarket.

KOMPAS.com - Ramai di media sosial video warga memperebutkan susu beruang kaleng di suatu pusat perbelanjaan beberapa waktu lalu.

Susu beruang dengan merek bear brand tersebut dicari warga karena dianggap dapat melindungi tubuh dari paparan Covid-19.

Namun apakah benar susu dapat menangkal virus masuk ke dalam tubuh?

Berikut ini penjelasannya dari ahli mengenai kandungan susu yang sebenarnya:

1. Susu meningkatkan imunitas

Kepala Divisi Teknologi Hasil Ternak Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Dr Ir Epi Taufik SPt MVPH MSI IPM menjelaskan susu bukan obat, melainkan susu dapat membantu tubuh meningkatkan imunitas.

"Susu bukan obat atau vaksin, susu itu bahan pangan (makanan)," ujar Epi dikutip dari Kompas.com, Senin (5/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Tak Harus Susu Beruang, Susu Merek Lain Pun Bisa Tingkatkan Imunitas

Kandungan susu terdiri dari komponen makronutrien antara lain karbohidrat, lemak dan protein, serta mengandung mineral, vitamin dan mikronutrien lainnya.

Epi menjelaskan net protein utilization atau nilai biologi dan kandungan asam pada susu sangat tinggi, mencapai 90 persen jika dibandingkan sumber protein lain.

2. Susu tinggi nutrisi

Nutrisi pada susu memiliki karakteristik bio-fungsional atau bio-aktif, yakni komponen (senyawa) yang bermanfaat untuk memperbaiki fungsi fisiologis tubuh, serta meningkatkan kesehatan tubuh.

Tingginya nutrisi ini dapat bermanfaat sebagai antikanker, anti inflamasi, aktvitas antioksidan, antipatogen serta meningkatkan imunitas tubuh.

"Konsumsi tubuh membantu menjaga kondisi fisiologis tubuh serta meningkatkan imunitas mencegah terinfeksi Covid-19," ujarnya.

3. Susu dan pola makan sehat seimbang

Saran penyajian susu juga dengan konteks pola makan sehat dann seimbang, sehingga protein dan vitamin yang masuk kedalam tubuh dapat melindungi tubuh dari paparan virus dan patogen.

Baca juga: Ahli Nutrisi: Kandungan Kalsium Ikan Teri Lebih Tinggi daripada Susu

Epi menyarankan agar konsumsi susu juga ditambah protein hewani lain seperti telur dan daging, serta protein nabati (buah, sereal dan sayur).

Ia juga meminta agar masyarakat dapat memilih produk susu dengan membaca label pangan olahan yang tertera.

4. Mengukur kandungan gizi susu

Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 tahun 2019, angka kecukupan gizi dianjurkan untuk menilai kebutuhan rata-rata zat gizi yang harusnya dipenuh setiap hari.

Setiap kemasan susu olahan jelas tercantum presentase kandungan zat gizi. Masyarakat dapat membaca dan mengukur angka kecukupan gizi (AKG) per sajian susu.

Kandungan zat gizi bagi setiap orang berbeda-beda berdasarkan karakteristik seperti umur, tingkat aktivitas fisik, jenis kelamin, serta kondisi fisiologis.
(Penulis Ellyvon Pranita/Editor Bestari Kumala Dewi)

Baca juga: Susu Beruang Diborong, Ahli Ingatkan Kandungan Semua Susu Sama Saja

 


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.