Panduan Lengkap Donor Plasma Konvalesen, dari Syarat, Alur hingga Biayanya

Kompas.com - 09/07/2021, 20:40 WIB
Tampak penyintas covid tengah mendonorkan plasma konvalesennya di PMI Kota Bandung, Jalan Aceh, Kota Bandung, Senin (5/7/2021). PMI menyebut permintaan tak sebanding dengan pendonor Plasma Konvalesennya. KOMPAS.COM/AGIE PERMADITampak penyintas covid tengah mendonorkan plasma konvalesennya di PMI Kota Bandung, Jalan Aceh, Kota Bandung, Senin (5/7/2021). PMI menyebut permintaan tak sebanding dengan pendonor Plasma Konvalesennya.

KOMPAS.com - Salah satu metode penyembuhan dari infeksi Covid-19 adalah dengan menerima donor plasma konvalesen.

Plasma konvalesen dapat diperoleh dari seorang penyintas Covid-19 yang telah sembuh dalam kurun waktu sekitar 3 bulan.

Dalam kurun waktu itu, penyintas telah membentuk antibodi di tubuhnya setelah sembuh.

Kemudian, antibodi itu akan disimpan dalam plasma darah orang tersebut.

Baca juga: Berkaca dari Airlangga Hartarto, Bisakah Orang yang Belum Terinfeksi Covid-19 Jadi Donor Plasma Konvalesen?

Lalu, apa saja syarat menjadi donor plasma konvalesen?

Ketua Bidang Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, dr Linda Lukitari Waseso menjelaskan, donor plasma konvalesen termasuk metode imunisasi pasif yang dilakukan dengan memberikan plasma orang yang telah sembuh dari Covid-19 kepada pasien Covid-19 yang sedang dirawat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tindakan ini bertujuan sebagai terapi tambahan Covid-19 dengan mengajak orang yang telah sembuh dari Covid-19 untuk menjadi pendonor plasma," ujar Linda saat dihubungi Kompas.com, Jumat (9/7/2021).

Ia juga menjelaskan mengenai syarat apa saja menjadi donor plasma konvalesen.

Baca juga: Kenali, Ini Perbedaan Batuk Biasa dengan Batuk Gejala Covid-19

Ini rinciannya:

  • Usia 18-60 tahun
  • Berat badan lebih dari 55 kilogram
  • Diutamakan pria, apabila perempuan dikategorikan yang belum pernah hamil
  • Pernah terkonfirmasi Covid-19
  • Surat keterangan sembuh dari dokter yang merawat
  • Bebas keluhan minimal 14 hari
  • Tidak menerima transfusi darah selama 6 bulan terakhir
  • Lebih diutamakan yang pernah mendonorkan darah

Baca juga: Waspadai Gejala Baru Covid-19, Mirip Flu Musiman

Bagaimana alur donor plasma konvalesen?

Selain itu, PMI juga telah mengatur mengenai alur donasi plasma konvalesen di Unit Dose Dispensing (UDD).

1. Persiapan donor, yakni dengan mengisi formulir Donor Darah dan Informed Consent, Seleksi Donor melalui Anamesis dan Pemeriksaan Fisik.

2. Pemeriksaan Lab Donor, yakni melalui pemeriksaan lab darah lengkap, konfirmasi golongan darah, skrining antibodi, infeksi menular lewat transfusi darah (HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, dan Sifilis).

3. Pengambilan darah donor, yakni menggunakan mesin Apheresis dengan lama waktu pengambilan donor darah sekitar 45 menit.

Baca juga: Simak, Ini Cara Membedakan Gejala Covid-19, Flu, dan Influenza

Biaya donor plasma konvalesen

Di sisi lain, Linda menyampaikan bahwa biaya yang diterapkan pada tindakan pemberian plasma konvalesen adalah biaya pengolahan plasma.

"Untuk donornya tidak ada biaya, namun biaya yang dimaksud adalah pada pengolahan plasma, mulai dari kantong arah, reagen, SDM, dan lainnya," ujar Linda.

Untuk harga per kantong plasma konvalesen yakni sekitar Rp 2.250.000 sampai Rp 2,5 juta.

Menurut Linda, harga tersebut sudah sesuai dengan SK Pengurus Pusat PMI.

Baca juga: Ramai Broadcast Nama dan Narahubung Penyedia Donor Plasma Konvalesen, Ini Penjelasan PMI

Kriteria penerima plasma kovalesen

Tidak semua pasien Covid-19 bisa menerima donor plasma.

Sebab, harus disesuaikan dengan golongan darah donor dan penerima.

Menilik keistimewaan penyintas Covid-19 yang telah memiliki plasma konvalesen, sebaiknya masyarakat tidak memberikan stigma negatif kepada pasien.

Dengan adanya terapi donor konvalesen ini, pasien sembuh Covid-19 berpotensi untuk memberikan donor konvalesen.

Baca juga: Bolehkah Penerima Vaksin Covid-19 Jadi Donor Darah? Ini Kata Kemenkes

Syarat transfusi konvalesen

Ada juga syarat umum transfusi darah, plasma yang didapat dari pasien sembuh harus terbukti memiliki antibodi terhadap Covid-19 dalam kadar yang cukup.

Adapun kadar tersebut sekitar 400 milimeter dengan memakai metode plasmapheresis, yakni hanya mengambil plasma dari sel darah merah saja.

Diketahui, pemberian plasma darah ini dilakukan sebanyak 2 kali sehari pada pasien Covid-19.

Linda mengatakan, terapi plasma konvalesen ini tidak diberikan begitu saja pada semua pasien Covid-19, melainkan hanya pada pasien dengan kondisi kritis.

Baca juga: Mengenal Apa Itu PPKM Darurat dan Bedanya dengan PPKM Mikro

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Aturan Terbaru Sektor Esensial Saat PPKM Darurat


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.