Fobia Jarum Suntik tetapi Harus Suntik Vaksin, Bagaimana Mengatasinya?

Kompas.com - 08/07/2021, 19:05 WIB
Ilustrasi jarum suntik, perangkat medis untuk memasukkan obat dalam tubuh secara intravena. SHUTTERSTOCKIlustrasi jarum suntik, perangkat medis untuk memasukkan obat dalam tubuh secara intravena.

KOMPAS.com - Program vaksinasi Covid-19 secara massal masih berlangsung di wilayah-wilayah Indonesia.

Vaksinasi massal ini merupakan salah satu upaya untuk menekan angka kasus penularan Covid-19 dan menurunkan tingkat keparahan akibat Covid-19.

Mereka yang termasuk penerima vaksin Covid-19 akan menerima dua dosis vaksin dengan waktu penyuntikan yang berbeda.

Di media sosial, ada yang mengaku fobia jarum suntik sehingga hingga saat ini belum memutuskan untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Baca juga: Viral, Video Lembaran Kertas Kartu Vaksin Covid-19, Apa Fungsinya?

Bagaimana mengatasinya jika mengalami fobia seperti ini, mengingat vaksinasi penting untuk melindungi diri dari virus corona?

Bukan hal yang mudah menaklukkan fobia

Direktur Pusat Studi Psikologi Bencana Universitas Surabaya, Listyo Yuwanto mengatakan, fobia jarum suntik diidentikkan dengan perilaku menghindari objek atau situasi fobik yakni jarum suntik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Listyo, yang juga fokus pada fobia gelap (nyctophobia) dan jarum suntik serta darah, mengatakan, seseorang yang mengalami fobia jarum suntik biasanya menghindari melihat gambar jarum suntik dan hal-hal yang berhubungan dengan jarum suntik.

Bagi mereka yang mengalami ketakutan terhadap jarum suntik, bukan hal yang mudah untuk bisa mengkuti proses vaksinasi di masa pandemi.

"Mereka menyadari bahwa vaksin merupakan salah satu upaya untuk mengurangi paparan Covdi-19, namun mereka mengalami ketakutan terhadap jarum suntik," ujar Listyo saat dihubungi Kompas.com, Kamis (8/7/2021).

Ia menjelaskan, orang dengan fobia jarum suntik menganggap bahwa jarum suntik adalah hal yang menakutkan, menyakitkan, dan membuat mereka terluka.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.