Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menilik Posisi Kasus Covid-19 di Indonesia Dibandingkan dengan Negara Lain

Kompas.com - 08/07/2021, 07:35 WIB
Nur Rohmi Aida,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Jumlah kasus virus corona di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan signifikan.

Merujuk data Satgas Covid-19, kasus di Indonesia tercatat mencapai 343.101 kasus pada Rabu (7/7/2021).

Jumlah tersebut setelah adanya penambahan kasus baru sebanyak 34.379 kasus, 14.835 pasien sembuh dan 1.040 orang yang meninggal.

Adapun secara keseluruhan, jumlah kasus positif Indonesia sejak pertama kali diumumkan pada Maret 2021 lalu adalah sebanyak 2.379.397

Baca juga: Mengenal Apa Itu PPKM Darurat dan Bedanya dengan PPKM Mikro

Lantas bagaimana posisi kasus Covid-19 di Indonesia dibandingkan dengan negara- negara lain?

Dikutip dari data Worldometers, Kamis (8/7/2021) pukul 06.08 WIB, saat ini Indonesia menempati urutan ketiga dengan penambahan kasus harian Covid-19 terbanyak.

Berikut 5 negara dengan urutan kasus Covid-19 terbanyak:

  1. Brasil: 54.022 kasus
  2. India: 45.196 kasus
  3. Indonesia: 34.379 kasus
  4. Rusia: 23.962 kasus
  5. Kolombia: 24.229 kasus

Baca juga: Informasi Apa Saja yang Ada di Sertifikat Vaksinasi Covid-19? Unduh dengan Cara Berikut

Hal serupa juga tercermin pada penambahan kasus harian Covid-19 pada Rabu (7/7/2021). Di mana Indonesia juga menempati posisi ketiga.

Berikut ini 5 urutan negara dengan kasus harian Covid-19 terbanyak:

  1. Brasil : 62.504 kasus
  2. India: 43.957 kasus
  3. Indonesia: 31.189 kasus
  4. Inggris: 28.606 kasus
  5. Kolombia: 26.721 kasus

Baca juga: Cara Download Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Sementara, jika menilik data dua hari yang lalu atau pada Selasa (6/7/2021), 5 urutan negara dengan kasus harian Covid-19 terbanyak yaitu

  1. India: 34.067 kasus
  2. Indonesia: 29.745 kasus
  3. Inggris: 27.020 kasus
  4. Kolombia: 25.366 kasus
  5. Rusia: 24.353 kasus

Sementara itu, jika menilik data kasus secara keseluruhan, saat ini Indonesia berada di urutan 16 sebagai negara dengan kasus terbanyak.

Baca juga: Cara Cek Sertifikat Vaksin Covid-19

Berikut ini urutan 20 negara dengan kasus terbanyak:

  1. Amerika Serikat: 34.635.218 kasus, 621.745 kematian, dan 29.161.518 sembuh
  2. India: 30.708.092 kasus, 405.054 kematian, dan 29.836.070 sembuh
  3. Brasil: 18.909.037 kasus, 528.540 meninggal, dan 17.352.670 sembuh
  4. Perancis: 5,794.665 kasus, 111.259 meninggal, dan 5,638.460 sembuh
  5. Rusia: 5,682,634 kasus, 140.041 meninggal, dan 5,121,919 sembuh
  6. Turki: 5.459.923 kasus, 50.048 meninggal, dan 5.328.747 sembuh
  7. Inggris: 4.990.916 kasus, 128.301 meninggal, dan 4.345.499 sembuh
  8. Argentina: 4.593.763 kasus, 97.439 meninggal, dan 4.206.478 sembuh
  9. Kolumbia: 4.426.811 kasus, 110.578 meninggal, dan 4.142.384 sembuh
  10. Italia: 4.265.714 kasus, 127.718 meninggal, dan 4.096.156 sembuh
  11. Spanyol : 3.897.996 kasus, 80.969 meninggal, dan 3.621.423 sembuh
  12. Jerman: 3.740.541 kasus, 91.665 meninggal, dan 3,631,500 sembuh
  13. Iran: 3.304.135 kasus, 85.261 meninggal, dan 2.967.821 sembuh
  14. Polandia: 2.880.503 kasus, 75.114 meninggal, dan 2.652.293 sembuh
  15. Meksiko: 2.549.862 kasus, 233.958 meninggal, dan 2.023.270 sembuh
  16. Indonesia: 2.379.397 kasus, 62.908 meninggal dan 1.973.388 sembuh
  17. Ukraina: 2.238.974 kasus, 52.537 meninggal, dan 2.174.353 sembuh
  18. Afrika Selatan: 2.112.336 kasus, 63,039 meninggal, dan 1.853.804 sembuh
  19. Peru: 2.069.051 kasus, 193.588 meninggal
  20. Belanda: 1.696.480 kasus, 17.760 meninggal, dan 1.646.669 sembuh.

Baca juga: Cara Cek Penerima Bansos Tunai PPKM Darurat dari Kemensos

Deteksi ditingkatkan

Pelaksanaan vaksinasi covid-19 untuk anak usia 12-17 tahun di RSUD Provinsi NTB, Jumat (2/7/2021).KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA KUSUMANINGRUM Pelaksanaan vaksinasi covid-19 untuk anak usia 12-17 tahun di RSUD Provinsi NTB, Jumat (2/7/2021).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pihaknya terus berupaya menekan angka kematian dengan mempercepat deteksi kasus Covid-19 di tengah masyarakat.

Deteksi dini menurutnya dapat segera diketahui dengan tindak lanjut dan isolasi serta pelacakan kontak yang lebih awal.

"Menekan (kasus) kematian itu tadi deteksi dini dan putus penularan di hulu, makin cepat dan dini kita menemukan kasus positif maka gejala berat dapat kita kurangi," kata Nadia saat dihubungi Kompas.com, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Cara Cek Penerima Bansos Tunai PPKM Darurat dari Kemensos

Ia mengatakan, kondisi fasilitas pelayanan sudah over kapasitas sehingga perlu memutus penularan di hulu.

Selain itu target testing, pelacakan, dan konversi tempat tidur di rumah sakit rujukan harus ditingkatkan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Terlebih lagi jika jumlah testing dapat ditingkatkan sesuai target yang diharapkan sebesar 324.000, ini merupakan upaya-upaya memutus rantai penularan," katanya lagi.

Pihaknya juga berharap pemberlakuan PPKM Darurat juga dapat menekan penularan kasus .

Baca juga: Varian Delta Dapat Menular Hanya Berpapasan 5-10 Detik, Apakah 3M Masih Cukup?

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Cara Buat STRP Selama PPKM Darurat

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Profil Lawrence Wong, Calon Perdana Menteri Singapura Pengganti Lee Hsien Loong

Profil Lawrence Wong, Calon Perdana Menteri Singapura Pengganti Lee Hsien Loong

Tren
Kronologi Penembakan Massal Chicago, Satu Anak Meninggal, 10 Luka-luka

Kronologi Penembakan Massal Chicago, Satu Anak Meninggal, 10 Luka-luka

Tren
4 Kontroversi Wasit Nasrullo Kabirov di Laga Indonesia vs Qatar

4 Kontroversi Wasit Nasrullo Kabirov di Laga Indonesia vs Qatar

Tren
5 Fakta Penikaman di Gereja Sydney, Pelaku Masih Berusia 15 Tahun

5 Fakta Penikaman di Gereja Sydney, Pelaku Masih Berusia 15 Tahun

Tren
DPR AS Didesak Beri Bantuan 14 Miliar Dollar ke Israel, Untuk Apa?

DPR AS Didesak Beri Bantuan 14 Miliar Dollar ke Israel, Untuk Apa?

Tren
Benarkah Sering Pakai Headset Bisa Bikin Tuli? Ini Kata Dokter THT

Benarkah Sering Pakai Headset Bisa Bikin Tuli? Ini Kata Dokter THT

Tren
Istri Dokter TNI Terjerat UU ITE Usai Ungkap Perselingkuhan Suami, Ini Kata Ahli Hukum

Istri Dokter TNI Terjerat UU ITE Usai Ungkap Perselingkuhan Suami, Ini Kata Ahli Hukum

Tren
7 Teh Ampuh Turunkan Kadar Gula Darah, Cocok untuk Penderita Diabetes

7 Teh Ampuh Turunkan Kadar Gula Darah, Cocok untuk Penderita Diabetes

Tren
Iran Serang Israel, Apakah Berdampak pada Konflik Hamas-Israel di Gaza?

Iran Serang Israel, Apakah Berdampak pada Konflik Hamas-Israel di Gaza?

Tren
Lebih dari 50 Spesies Laut Tak Dikenal Ditemukan di Dekat Pulau Paskah

Lebih dari 50 Spesies Laut Tak Dikenal Ditemukan di Dekat Pulau Paskah

Tren
BMKG: Wilayah Berpotensi Hujan Lebat-Angin Kencang 16-17 April 2024

BMKG: Wilayah Berpotensi Hujan Lebat-Angin Kencang 16-17 April 2024

Tren
[POPULER TREN] Anggota TNI Disebut Foto Penumpang Kereta Tanpa Izin | Terapis di Sleman Menunggak Sewa dan Bawa Kabur Barang Kontrakan

[POPULER TREN] Anggota TNI Disebut Foto Penumpang Kereta Tanpa Izin | Terapis di Sleman Menunggak Sewa dan Bawa Kabur Barang Kontrakan

Tren
MSG Disebut Lebih Sehat daripada Garam dan Gula, Ini Kata Ahli Gizi

MSG Disebut Lebih Sehat daripada Garam dan Gula, Ini Kata Ahli Gizi

Tren
Di Tengah Gempuran Teknologi, Bill Gates Sebut 3 Pekerjaan Ini Tak Akan Tergerus AI

Di Tengah Gempuran Teknologi, Bill Gates Sebut 3 Pekerjaan Ini Tak Akan Tergerus AI

Tren
Kucing Tak Boleh Diberi Makan Cokelat, Pakar Ingatkan Potensi Keracunan

Kucing Tak Boleh Diberi Makan Cokelat, Pakar Ingatkan Potensi Keracunan

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com