Seorang Perawat Dipukuli 3 Orang yang Ingin Ambil Paksa Tabung Oksigen

Kompas.com - 04/07/2021, 21:02 WIB
Ilustrasi tabung oksigen Samuel Ramos/Unsplash.comIlustrasi tabung oksigen

KOMPAS.com – Berusaha mempertahankan tabung oksigen yang hendak diambil paksa, seorang perawat puskesmas di Bandar Lampung dikeroyok tiga orang tak dikenal.

Akibat insiden pengeroyokan tersebut, korban yang bernama Rendy Kurniawan mengalami luka memar dan luka dalam di bagian kepala.

Insiden yang identitas pelakunya belum diketahui ini terjadi di Jalan Teuku Umar, Bandar Lampung, pada Minggu (4/7/2021) dini hari.

Sebagaimana diberitakan Kompas.com pada Minggu (4/7/2021), korban mengatakan bahwa peristiwa ini berawal ketika ia melaksanakan piket jaga di puskesmas tempat ia bekerja.

Pada pukul 04.30 WIB, tiga orang yang tak dikenal mendatangi puskesmas. Tiga orang tersebut menanyakan, apakah masih ada tabung oksigen terisi di puskesmas tersebut.

Baca juga: Hendak Rampas Tabung Oksigen, 3 Orang Tak Dikenal Aniaya Perawat Puskemas

Adapun tiga orang pelaku pengeroyokan dan pemukulan ini berjenis kelamin laki-laki dan berperawakan besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Tadinya teman jaga saya yang ditanya, dijawab masih ada (tabung oksigen” ujar Rendy di Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM), Minggu (4/7/2021) siang.

Berdasarkan pengakuan Rendy, ketiga orang tak dikenal itu sempat mengatakan bahwa mereka ingin membawa tabung oksigen untuk merawat anggota keluarga mereka.

“Permintaan itu ditolak karena itu kan punya puskemas yang stand by di puskesmas, jadi memang nggak bisa dipinjamkan,” katanya.

Akibat tak mendapatkan izin, ketiga pelaku kesal dan mencoba mengambil paksa tabung oksigen yang ada di dalam puskesmas.

Baca juga: Pakai APD, Perawat Dianiaya Keluarga Pasien, Korban Cabut Laporan karena Pelaku Teman SMP

Rendy pun berusaha menolong ketika melihat rekannya didorong dan diintimidasi oleh ketiga pelaku.

Ia berusaha untuk menenangkan ketiga pelaku dan menjelaskan bahwa tabung oksigen yang ada di puskesmas tidak bisa dipinjam atau dibawa oleh siapapun.

Naasnya, Rendy justru dipukuli dan dikeroyok oleh tiga pelaku hingga mengalami luka memar dan luka di kepala.

Usai mengeroyok Rendy, para pelaku pun langsung keluar dari puskesmas dan melarikan diri.
Menanggapi peristiwa ini, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, langsung mendatangi Rendy yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Baca juga: Soal Kateter yang Jadi Biang Kasus Penganiayaan Perawat Siloam

“Perawat ini kan sudah berjuang mati-matian, bahkan yang di tingkat puskemas di masa pandemi ini. Namun, ini justru dipukuli,”ucap Eva.

Tak tinggal diam, Eva pun mengatakan bahwa ia telah meminta pihak yang berwajib untuk memproses kasus ini.

Sumber: KOMPAS.com (Kontributor Lampung, Tri Purna Jaya/Khairina)

 


Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.