Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Angka Testing Covid-19 Indonesia Disorot, Pemerintah Tak Mampu atau Tak Mau?

Kompas.com - 28/06/2021, 20:00 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh,
Rendika Ferri Kurniawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Para ahli kerap menyoroti rendahnya testing di Indonesia yang kini tengah menghadapi lonjakan Covid-19.

Terbaru, sebanyak 98.187 spesimen telah diperiksa pada Senin (28/6/2021). Jumlah itu terdiri dari pemeriksaan 58.597 spesimen tes PCR, 39.079 spesimen rapid antegen, dan 511 spesimen tes cepat molekuler (TCM).

Berdasarkan data yang sama terdapat 80.308 orang yang diambil sampelnya untuk pemeriksaan spesimen, sehingga sudah ada 13.122.594 orang yang dites.

Sebagai perbandingan, India melakukan tes sebanyak 2.453.209 pada Minggu (27/6/2021), berdasarkan data dari coronacluster.in.

Dengan tambahan itu, India sejauh ini telah melakukan testing Covid-19 sebanyak 404.265.101.

Bagaimana tanggapan dari epidemiolog mengenai ini?

Baca juga: Pernyataan Presiden soal Vaksinasi Anak-anak Usia 12-17 Tahun Segera Dimulai

Testing sangat penting

Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan, testing yang memadahi sangat penting dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

Menurutnya, testing mampu menentukan awal terjadinya pandemi dan menilai performa pengendalian pandemi.

"Terutama test positivity rate yang menentukan kalau 5 persen ya sudah terkendali, di bawah 3 persen sangat terkendali," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Senin (28/6/2021).

"Akhir pandemi ini kalau tidak ada tes yang memadahi ya sulit. Tidak bisa ditentukan, kan berdasarkan surveillance, makanya penting banget," sambung dia.

Ia menjelaskan, testing yang memadahi juga dapat mencegah terjadinya beban di layanan kesehatan, karena semakin banyak kasus yang terdereksi.

Semakin banyak kasus Covid-19 yang ditemukan, maka penularan lebih lanjut akan dapat dicegah.

Baca juga: Beredar Resep Obat untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19, Ini Penjelasan IDI

Pemerintah berupaya tingkatkan testing

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah sampai saat ini terus berupaya untuk meningkatkan angka testing dari waktu-waktu.

Hal tersebut dibuktikan dari peningkatan angka spesimen dari 16.000 di awal pandemi, bertambah menjadi 60.000 di awal 2021, dan 100.000-an pada minggu ketiga Juni.

"Ini adalah hasil kerja keras antar berbagai elemen baik pemerintah daerah maupun tenaga kesehatan termasuk yang bekerja di laboratorium dan kita patut mengapresiasi," kata Wiku saat dihubungi secara terpisah, Senin.

Dengan populasi penduduk yang besar, Wiku menyebut pemerintah terus menyusun strategi agar upaya testing terus dilakukan secara menyeluruh.

Namun, prioritas Indonesia untuk saat ini adalah melakukan testing kepada kontak erat atau suspek yang memiliki peluang tertular lebih banyak.

Hingga kini, Indonesia memiliki 830 laboratorium pemeriksaan Covid-19 yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Harusnya dengan jumlah ratusan laboratorium ini sudah bisa memenuhi rata-rata secara global," kata Dicky.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

4 Pilihan Ikan Tinggi Seng, Bantu Cegah Infeksi Penyakit

4 Pilihan Ikan Tinggi Seng, Bantu Cegah Infeksi Penyakit

Tren
5 Update Pembunuhan Vina: Pegi Bantah Jadi Pelaku dan Respons Keluarga

5 Update Pembunuhan Vina: Pegi Bantah Jadi Pelaku dan Respons Keluarga

Tren
Batas Usia Pensiun Karyawan Swasta untuk Hitung Uang Pesangon Pensiunan

Batas Usia Pensiun Karyawan Swasta untuk Hitung Uang Pesangon Pensiunan

Tren
Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan, Apa Saja?

Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan, Apa Saja?

Tren
Air Rendaman dan Rebusan untuk Menurunkan Berat Badan, Cocok Diminum Saat Cuaca Panas

Air Rendaman dan Rebusan untuk Menurunkan Berat Badan, Cocok Diminum Saat Cuaca Panas

Tren
Prakiraan BMKG: Ini Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir pada 27-28 Mei 2024

Prakiraan BMKG: Ini Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir pada 27-28 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Taruna TNI Harus Pakai Seragam ke Mal dan Bioskop? | Apa Tugas Densus 88?

[POPULER TREN] Taruna TNI Harus Pakai Seragam ke Mal dan Bioskop? | Apa Tugas Densus 88?

Tren
Berencana Tinggal di Bulan, Apa yang Akan Manusia Makan?

Berencana Tinggal di Bulan, Apa yang Akan Manusia Makan?

Tren
Ustaz Asal Riau Jadi Penceramah Tetap di Masjid Nabawi, Kajiannya Diikuti Ratusan Orang

Ustaz Asal Riau Jadi Penceramah Tetap di Masjid Nabawi, Kajiannya Diikuti Ratusan Orang

Tren
Gratis, Ini 3 Jenis Layanan yang Ditanggung BPJS Kesehatan Sesuai Perpres Terbaru

Gratis, Ini 3 Jenis Layanan yang Ditanggung BPJS Kesehatan Sesuai Perpres Terbaru

Tren
Respons Kemenkominfo soal Akun Media Sosial Kampus Jadi Sasaran Peretasan Judi Online

Respons Kemenkominfo soal Akun Media Sosial Kampus Jadi Sasaran Peretasan Judi Online

Tren
Ketahui, Ini 8 Suplemen yang Bisa Sebabkan Sakit Perut

Ketahui, Ini 8 Suplemen yang Bisa Sebabkan Sakit Perut

Tren
Batu Kuno Ungkap Alasan Bolos Kerja 3.200 Tahun Lalu, Istri Berdarah dan Membalsam Mayat Kerabat

Batu Kuno Ungkap Alasan Bolos Kerja 3.200 Tahun Lalu, Istri Berdarah dan Membalsam Mayat Kerabat

Tren
Ditemukan di Testis, Apa Bahaya Mikroplastik bagi Manusia?

Ditemukan di Testis, Apa Bahaya Mikroplastik bagi Manusia?

Tren
Pegi Teriak Fitnah, Ini Fakta Baru Penangkapan Tersangka Kasus Pembunuhan Vina

Pegi Teriak Fitnah, Ini Fakta Baru Penangkapan Tersangka Kasus Pembunuhan Vina

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com